by Endar Suhendar, M.Pd.

Bahaya Doomscrolling Konten Short-Form bagi Kesehatan Mental

Bahaya Doomscrolling Konten Short-Form bagi Kesehatan Mental

Di era digital saat ini, konten short-form seperti video singkat di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering berkembang menjadi doomscrolling konten, yaitu aktivitas scrolling tanpa henti yang sulit dikontrol.

Meskipun terlihat sepele, doomscrolling dapat berdampak serius pada kesehatan mental, terutama jika dilakukan dalam jangka waktu lama. Screen time berlebihan, distraksi digital, hingga munculnya kecemasan adalah beberapa dampak yang sering terjadi.

Artikel ini akan membahas bahaya doomscrolling serta bagaimana cara mengelola penggunaan gadget agar tetap sehat secara mental.

Apa Itu Doomscrolling dan Mengapa Bisa Terjadi?

Kebiasaan Konsumsi Konten yang Sulit Dihentikan

Doomscrolling konten adalah kebiasaan mengonsumsi konten secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas. Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat video demi video tanpa sadar.

Fenomena ini sering terjadi karena:

  • algoritma media sosial yang terus menampilkan konten menarik
  • rasa penasaran terhadap konten berikutnya
  • kebutuhan akan hiburan cepat

Kondisi ini dapat berkembang menjadi kecanduan media sosial atau bahkan digital addiction.

Peran FOMO dan Kecemasan

Salah satu faktor yang memperkuat doomscrolling adalah FOMO (fear of missing out), yaitu rasa takut tertinggal informasi atau tren.

FOMO dapat memicu:

  • kecemasan jika tidak membuka media sosial
  • dorongan untuk terus update konten terbaru
  • kebiasaan membuka aplikasi secara berulang

Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan kecemasan dan overthinking, yang berdampak pada kesehatan mental di era digital.

Baca Juga: Skizofrenia dan Tantangan Tak Terlihat dalam Kehidupan Sehari-hari

Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental

1. Screen Time Berlebihan dan Kelelahan Mental

Salah satu dampak utama dari doomscrolling adalah screen time berlebihan. Ketika seseorang terlalu lama terpapar layar, otak menjadi lelah dan sulit beristirahat.

Akibatnya:

  • sulit tidur
  • kelelahan mental
  • penurunan energi

Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mental secara keseluruhan.

2. Meningkatkan Overthinking dan Kecemasan

Konten yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat memicu overthinking, terutama jika berisi informasi negatif atau membandingkan kehidupan orang lain.

Dampaknya antara lain:

  • merasa tidak cukup baik
  • membandingkan diri dengan orang lain
  • meningkatnya kecemasan

Hal ini berkaitan erat dengan kesehatan mental di era digital yang semakin rentan terhadap tekanan sosial.

3. Menurunkan Fokus dan Produktivitas

Distraksi digital akibat doomscrolling dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas.

Seseorang mungkin:

  • sulit fokus dalam bekerja atau belajar
  • sering terganggu oleh notifikasi
  • membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas

Kondisi ini menunjukkan pentingnya manajemen penggunaan gadget.

4. Memicu Digital Addiction

Jika tidak dikendalikan, doomscrolling dapat berkembang menjadi digital addiction atau ketergantungan terhadap media sosial.

Ciri-cirinya antara lain:

  • sulit berhenti menggunakan gadget
  • merasa gelisah saat tidak membuka media sosial
  • penggunaan gadget yang berlebihan meski tidak diperlukan

Hal ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

Baca Juga: Narcissistic Personality Disorder (NPD) vs Insecure Attachment

Cara Mengatasi Doomscrolling dan Menjaga Kesehatan Mental

1. Melakukan Digital Detox

Salah satu cara efektif untuk mengurangi doomscrolling adalah dengan melakukan digital detox.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • membatasi waktu penggunaan media sosial
  • menghindari gadget sebelum tidur
  • menetapkan waktu bebas layar setiap hari

Digital detox membantu mengembalikan keseimbangan dalam kesehatan mental di era digital.

2. Mengatur Manajemen Penggunaan Gadget

Melakukan manajemen penggunaan gadget sangat penting untuk menghindari screen time berlebihan.

Anda dapat:

  • menggunakan fitur pembatasan waktu aplikasi
  • mematikan notifikasi yang tidak penting
  • membuat jadwal khusus untuk menggunakan media sosial

Langkah ini membantu mengurangi distraksi digital.

3. Mengalihkan Fokus ke Aktivitas yang Lebih Bermakna

Mengganti kebiasaan doomscrolling dengan aktivitas lain dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Misalnya:

  • olahraga ringan
  • membaca buku
  • melakukan hobi
  • berinteraksi dengan orang terdekat

Aktivitas ini membantu mengurangi overthinking dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Tidak Punya Bakat Menonjol?

Kenali Tingkat Ketergantungan Digital Anda dengan Jatidiri Kendali

Jika Anda merasa sulit mengontrol penggunaan media sosial, penting untuk memahami kondisi tersebut secara lebih objektif.

Jatidiri menyediakan layanan Asesmen Psikologi melalui Jatidiri Kendali, yaitu tes yang dirancang untuk mengukur tingkat ketergantungan Anda terhadap internet dan penggunaan media sosial.

Melalui tes ini, Anda dapat mengetahui:

  • tingkat digital addiction yang dialami
  • pola doomscrolling konten dalam keseharian
  • dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mental
  • rekomendasi untuk memperbaiki kebiasaan online

Dengan memahami kondisi ini, Anda dapat mulai melakukan perubahan yang lebih terarah.

Mulai Kelola Kebiasaan Digital Anda Bersama Jatidiri

Menggunakan media sosial bukanlah hal yang salah, tetapi penting untuk memastikan bahwa penggunaannya tetap sehat dan terkendali.

Dengan mengelola konsumsi konten short-form, mengurangi doomscrolling konten, serta menerapkan digital detox, Anda dapat menjaga kesehatan mental di era digital.

Jika Anda ingin mengetahui tingkat ketergantungan terhadap gadget dan media sosial, Anda dapat mencoba tes Jatidiri Kendali melalui website resmi Jatidiri di:

https://jatidiri.app

Anda juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu melalui WhatsApp:
+62 851-4239-8721

Selain melalui website, layanan Jatidiri juga tersedia melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Google Play Store, sehingga Anda dapat mengakses asesmen psikologi dengan lebih mudah.

Mulailah mengelola kebiasaan digital Anda dan jaga kesehatan mental bersama Jatidiri.