Dissociative Identity Disorder: Mengapa Identitas Bisa Berganti-ganti dan Apa yang Menyebabkannya
Dissociative Identity Disorder: Mengapa Identitas Bisa Berganti-ganti dan Apa yang Menyebabkannya
Dissociative Identity Disorder (DID), dulu dikenal sebagai multiple personality disorder atau gangguan kepribadian majemuk, adalah kondisi kesehatan mental yang khas karena seseorang memiliki dua atau lebih identitas atau keadaan identitas yang berbeda di dalam dirinya. Setiap identitas ini, yang sering disebut alter, memiliki cara berpikir, memori, emosi, serta perilaku yang berbeda, dan seseorang dengan DID dapat berpindah dari satu identitas ke identitas lain. Fenomena inilah yang disebut switching atau pergantian identitas.
Apa Itu “Switching” dalam DID?
Switching adalah proses di mana satu identitas dalam DID menggeser atau menggantikan identitas lainnya dan mengambil kendali atas perilaku, respons emosional, dan pikiran individu. Bagi sebagian orang, penggantian ini terjadi secara bertahap dan dapat dikenali dari tanda fisik dan perilaku yang berubah sedikit demi sedikit. Pada kasus lain, pergantian bisa sangat cepat sehingga terlihat “tiba-tiba”. Tidak ada batasan jumlah identitas yang bisa muncul beberapa individu hanya memiliki dua, sementara yang lain mungkin memiliki puluhan identitas alter.
Para peneliti membedakan tiga jenis utama switching:
Pertama, switching yang direncanakan atau disengaja, di mana identitas tertentu mengambil alih dengan tujuan tertentu, misalnya identitas yang pandai akademis muncul saat jadwal ujian agar individu dapat menghadapi situasi tersebut.
Kedua, switching yang terjadi karena sebagian alter “mendorong” dirinya maju karena situasi tertentu bisa dikatakan sebagai forced switch.
Dan ketiga, switching yang tidak disengaja sama sekali, di mana keadaan situasi atau pemicu emosional memaksa identitas tertentu muncul tanpa persetujuan sadar.
Tanda-Tanda Pindah Identitas
Pergantian identitas tidak selalu mudah dilihat oleh orang lain. Beberapa perubahan bisa bersifat halus, seperti perubahan kecil pada cara berbicara atau pilihan kata, sedangkan perubahan lain bisa mencakup perubahan pola perilaku atau ekspresi yang lebih jelas. Ada sejumlah tanda fisik yang dapat mengindikasikan bahwa alter yang berbeda sedang mengambil alih, termasuk:
- Perubahan kebiasaan atau keterampilan yang dimiliki
- Perubahan nada suara atau pola bicara
- Perubahan postur tubuh
- Kebingungan atau tatapan kosong
- Hilangnya kontak mata
- Perubahan tulisan tangan
- Gejala fisik seperti ketegangan otot atau sakit kepala
Perubahan-perubahan ini bisa terlihat berbeda antar individu, tetapi sering menjadi petunjuk utama bahwa switching sedang berlangsung
Apa yang Memicu Pergantian Identitas?
Banyak hal yang dapat berfungsi sebagai *pemicu (trigger) yang mengakibatkan identitas berbeda muncul. Salah satu pemicu yang paling umum adalah stres emosional, terutama bila individu mengalami tekanan yang besar atau perasaan yang kuat. Dalam situasi stres berat, switching bisa terjadi sangat cepat kadang dalam hitungan menit dan perubahan identitas ini bahkan bisa berulang dalam waktu singkat. Fenomena ini oleh beberapa peneliti disebut sebagai carousel-switching atau rolledexing.
Selain stres, memori dan respons emosional terhadap pengalaman masa lalu dapat menjadi pemicu yang kuat. Misalnya, melihat foto lama, mendengar musik tertentu, atau mencium aroma yang berkaitan dengan peristiwa traumatis bisa membuat sebuah alter tiba-tiba muncul. Bahkan perubahan suasana hati, baik positif maupun negatif, dapat mengarahkan switching.
Indra panca juga dapat menjadi pemicu suara, bau, rasa, tekstur, atau suasana visual tertentu mampu mengaktifkan identitas tertentu terutama jika stimulus tersebut berhubungan dengan ingatan traumatis di masa lalu. Bahkan situasi sosial tertentu, seperti berbicara di depan umum atau bertemu seseorang yang memiliki kaitan emosional dengan pengalaman masa lalu, bisa memicu switch.
Selain itu, konsumsi alkohol atau obat-obatan juga dapat memicu perubahan identitas. Peristiwa hidup tertentu seperti liburan, ulang tahun, atau perubahan musim juga disebut oleh beberapa penderita sebagai momen yang sering memicu pergantian identitas.
Tanda Internal yang Tidak Selalu Terlihat
Tidak semua tanda switching tampak secara fisik. Terkadang individu sendiri mungkin tidak menyadari bahwa pergantian identitas telah terjadi. Dalam kasus seperti ini, switch mungkin hanya dikenali melalui pengalaman internal seperti:
- Kehilangan waktu individu mendapati dirinya tidak tahu apa yang terjadi selama periode tertentu
- Kehilangan keterampilan atau kesulitan mengingat bagaimana melakukan sesuatu yang sebelumnya dimiliki
- Sensasi seperti berada di luar tubuh
- Pengalaman visual atau pendengaran yang aneh
- Flashback atau ingatan yang muncul tiba-tiba tanpa konteks jelas
Gejala-gejala internal ini sering kali lebih sulit dipahami oleh orang luar, namun merupakan bagian penting dari pengalaman DID yang sering tersembunyi dari pandangan umum.
Perbedaan dengan Gambaran Media Populer
Popularitas DID di film dan televisi sering kali menampilkan versi ekstrim misalnya identitas yang jahat, impulsif, atau berbahaya padahal kenyataannya mayoritas orang dengan DID tidak memiliki alter yang monstrus atau merusak. Persepsi ini merupakan distorsi dramatis yang jarang mencerminkan pengalaman mayoritas penderita dalam kehidupan nyata.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami perubahan identitas yang signifikan, gangguan memori tanpa penjelasan medis, atau sensasi kehilangan waktu yang mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. DID adalah kondisi serius yang dapat sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, tetapi terapi dan dukungan tersedia untuk membantu mengelola gejala-gejalanya.
REFERENSI
Bailey, Aubrey. Dissociative Identity Disorder : Identity Switch Triggers. (2025)
American Psychiatric Association. What are dissociative disorders? (2024)
The Recovery Village Drug and Alcohol Rehab. Dissociative identity disorder facts and statistics. (2020)
Cleveland Clinic. Dissociative identity disorder (multiple personality disorder). (2024)
Dissociative Identity Disorder Research. Switching and passive influence. (2025)
Loewenstein RJ. Dissociation debates: Everything you know is wrong. Dialogues Clin Neurosci. 2018;20(3):229-242.doi:10.31887/DCNS.2018.20.3/rloewenstein
Dell. PF. A new model of dissociative identity disorder. Psychiatric Clinics of North America. 2006;29(1):1-26. doi:10.1016/j.psc.2005.10.013