by Endar Suhendar, M.Pd.

Gangguan Makan (Eating Disorders): Memahami Kondisi Psikologis yang Lebih dari Sekadar Pola Makan

Gangguan Makan (Eating Disorders): Memahami Kondisi Psikologis yang Lebih dari Sekadar Pola Makan

Gangguan makan (eating disorders) merupakan kondisi kesehatan mental serius yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku terhadap makanan, berat badan, serta citra tubuh. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan apa dan seberapa banyak seseorang makan, tetapi juga melibatkan pola pikir yang kaku, emosi yang intens, serta dorongan kuat untuk mengontrol tubuh. Karena itu, gangguan makan tidak bisa disederhanakan sebagai kebiasaan diet ekstrem atau masalah disiplin diri.

Gangguan makan dapat dialami oleh siapa saja—anak-anak, remaja, hingga dewasa; perempuan maupun laki-laki; dan individu dengan berbagai bentuk tubuh. Sayangnya, stigma dan miskonsepsi masih membuat banyak orang menganggap gangguan makan sebagai “fase”, “kurang bersyukur”, atau “sekadar ingin kurus”, padahal dampaknya bisa sangat serius dan mengancam kesehatan fisik maupun mental.

Apa yang Dimaksud dengan Gangguan Makan?

Secara umum, gangguan makan ditandai oleh pola makan yang terganggu secara persisten, disertai pikiran dan perasaan negatif yang intens terkait makanan, berat badan, dan bentuk tubuh. Individu dengan gangguan makan sering mengalami:

  • ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan
  • obsesi terhadap kalori, porsi, atau jenis makanan tertentu
  • rasa bersalah, malu, atau cemas setelah makan
  • dorongan kuat untuk mengontrol makan atau tubuh

Seiring waktu, pola ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari, hubungan sosial, serta kesehatan fisik secara signifikan. Gangguan makan juga sering berjalan beriringan dengan masalah psikologis lain, seperti kecemasan, depresi, perfeksionisme, atau pengalaman trauma.

Jenis-Jenis Gangguan Makan yang Umum

1. Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa ditandai oleh pembatasan asupan makanan secara ekstrim dan ketakutan intens terhadap kenaikan berat badan. Individu dengan anoreksia sering memiliki persepsi tubuh yang terdistorsi, merasa “terlalu gemuk” meskipun berat badannya sudah sangat rendah. Perilaku yang umum meliputi:

  • menghindari makan atau mengurangi porsi secara drastis
  • olahraga berlebihan
  • ritual makan yang kaku

Jika tidak ditangani, anoreksia dapat menyebabkan malnutrisi berat, gangguan organ tubuh, hingga risiko kematian.

2. Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa melibatkan siklus makan berlebihan (binge eating) yang diikuti oleh perilaku kompensasi, seperti muntah paksa, penggunaan obat pencahar, puasa ekstrem, atau olahraga berlebihan. Berbeda dengan anoreksia, berat badan individu dengan bulimia seringkali tampak normal, sehingga kondisinya kerap tidak terdeteksi. Namun, dampak fisik dan psikologisnya tetap serius, termasuk gangguan pencernaan, masalah gigi, dan tekanan emosional yang tinggi.

3. Binge Eating Disorder (BED)

BED adalah gangguan makan yang paling sering terjadi. Kondisi ini ditandai oleh episode makan berlebihan secara berulang, disertai perasaan kehilangan kendali, tetapi tanpa perilaku kompensasi. Setelah episode makan, individu sering merasa sangat bersalah, malu, atau tertekan. BED berkaitan erat dengan stres emosional, regulasi emosi yang sulit, dan stigma berat badan.

4. Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)

ARFID ditandai oleh penghindaran atau pembatasan makanan yang bukan didorong oleh keinginan menurunkan berat badan. Penyebabnya bisa berupa sensitivitas terhadap tekstur, aroma, atau rasa makanan, ketakutan tersedak, atau kurangnya minat terhadap makan. Meski tidak berkaitan dengan citra tubuh, ARFID tetap dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan gangguan kesehatan.

5. OSFED (Other Specified Feeding or Eating Disorders)

OSFED mencakup gangguan makan yang tidak sepenuhnya memenuhi kriteria diagnosis tertentu, tetapi tetap menyebabkan gangguan signifikan pada kesehatan dan fungsi kehidupan seseorang. Kondisi ini sering kali tidak terlihat, namun dampaknya tetap nyata dan membutuhkan penanganan profesional.

Faktor Penyebab dan Risiko

Gangguan makan tidak memiliki satu penyebab tunggal. Kondisi ini biasanya muncul dari interaksi berbagai faktor, antara lain:

  • Faktor biologis dan genetik, seperti kerentanan neurologis
  • Faktor psikologis, termasuk perfeksionisme, kecemasan, depresi, atau trauma
  • Tekanan sosial dan budaya, seperti standar kecantikan, budaya diet, dan pengaruh media sosial
  • Fase perkembangan, terutama pada masa remaja dan dewasa muda

Kombinasi faktor-faktor ini dapat memperkuat pola pikir dan perilaku makan yang tidak sehat jika tidak diintervensi sejak dini.

Dampak Gangguan Makan

Gangguan makan dapat mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik hingga relasi sosial. Dampaknya meliputi:

  • malnutrisi dan defisiensi zat gizi
  • gangguan hormonal dan metabolisme
  • masalah jantung, pencernaan, dan tulang
  • peningkatan risiko kecemasan, depresi, dan isolasi sosial

Pada kondisi tertentu, gangguan makan termasuk salah satu gangguan mental dengan tingkat mortalitas tertinggi.

Diagnosis dan Penanganan

Penanganan gangguan makan membutuhkan pendekatan multidisipliner, yang melibatkan profesional kesehatan mental, tenaga medis, dan ahli gizi. Perawatan dapat mencakup:

  • terapi psikologis (misalnya Cognitive Behavioral Therapy)
  • edukasi dan konseling nutrisi
  • pemantauan kondisi medis
  • dukungan keluarga dan lingkungan sosial

Pemulihan bukan proses instan, tetapi dengan dukungan yang tepat, banyak individu dapat membangun kembali hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuhnya.

Penutup

Gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks dan serius. Memahaminya secara utuh membantu kita mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran bahwa mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah penting menuju pemulihan. Edukasi, empati, dan akses terhadap perawatan yang tepat menjadi kunci dalam mendukung individu yang mengalami gangguan makan.

REFERENSI 

Madormo, Carrie. Types of Eating Disorders. (2026)

National Institute of Mental Health. Eating disorders: about more than food. (2024)

Academy of Nutrition and Dietetics. Disordered eating. (2024)

Feng B, Harms J, Chen E, Gao P, Xu P, He Y. Current discoveries and future implications of eating disorders. Int J Environ Res Public Health. 2023;20(14):6325. doi:10.3390/ijerph20146325

Anxiety and Depression Association of America. Types of eating disorders. (2026)

Anxiety and Depression Association of America. Eating disorders. (2026)