Gangguan yang Berkaitan dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Gangguan yang Berkaitan dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Dalam klasifikasi kesehatan mental modern, Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) tidak lagi dipandang sebagai gangguan yang berdiri sendiri. Saat ini, OCD termasuk dalam kelompok yang lebih luas yang disebut Obsessive-Compulsive and Related Disorders, yaitu kumpulan gangguan yang memiliki kesamaan pola berupa pikiran berulang, dorongan yang sulit dikendalikan, serta perilaku repetitif yang dilakukan untuk meredakan ketegangan atau ketidaknyamanan psikologis.
Pengelompokan ini membantu profesional kesehatan mental memahami bahwa meskipun manifestasi setiap gangguan tampak berbeda, terdapat mekanisme psikologis dan neurobiologis yang saling beririsan. Gangguan-gangguan dalam kelompok ini umumnya bersifat kronis dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
OCD merupakan gangguan utama dalam kelompok ini. Kondisi ini ditandai oleh obsesi, yaitu pikiran atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan, dan menimbulkan kecemasan, serta kompulsi, yaitu perilaku atau ritual yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan tersebut. Obsesi dan kompulsi dapat menyita banyak waktu dan mengganggu fungsi sosial, akademik, maupun pekerjaan seseorang. Walaupun individu dengan OCD sering menyadari bahwa pikirannya berlebihan atau tidak rasional, dorongan untuk melakukan kompulsi tetap terasa kuat dan sulit ditahan.
Gangguan Dismorfik Tubuh (Body Dysmorphic Disorder)
Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh fokus berlebihan terhadap kekurangan fisik yang dirasakan, meskipun kekurangan tersebut tidak terlihat atau tampak ringan bagi orang lain. Individu dengan kondisi ini sering menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa penampilan, membandingkan diri dengan orang lain, atau mencari kepastian dari lingkungan sekitar. Perilaku berulang ini dapat menyebabkan gangguan signifikan dalam kehidupan sosial dan emosional, serta meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.
Gangguan Menimbun (Hoarding Disorder)
Gangguan menimbun merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan ekstrem untuk membuang barang, terlepas dari nilai atau kegunaan barang tersebut. Dorongan untuk menyimpan barang seringkali disertai rasa cemas atau takut kehilangan sesuatu yang dianggap penting.
Akibatnya, ruang hidup dapat menjadi sangat penuh dan tidak fungsional, bahkan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan. Gangguan ini berbeda dari kebiasaan menyimpan barang biasa karena dampaknya yang serius terhadap kehidupan sehari-hari.
Trichotillomania (Gangguan Mencabut Rambut)
Trichotillomania ditandai oleh dorongan berulang untuk mencabut rambut sendiri, baik dari kulit kepala, alis, bulu mata, maupun bagian tubuh lainnya. Perilaku ini sering dilakukan secara otomatis atau sebagai respons terhadap stres dan emosi negatif.
Meskipun individu biasanya berusaha menghentikan perilaku tersebut, dorongan yang muncul sering kali sulit dikendalikan dan dapat menyebabkan kerontokan yang nyata serta rasa malu atau penarikan diri secara sosial.
Gangguan Excoriation (Skin-Picking Disorder)
Pada gangguan ini, individu memiliki dorongan berulang untuk menggaruk, memetik, atau melukai kulit, yang dapat menyebabkan luka, infeksi, atau bekas permanen. Perilaku ini sering kali dilakukan untuk meredakan ketegangan emosional atau rasa tidak nyaman tertentu.
Seperti gangguan lain dalam spektrum ini, perilaku memetik kulit bersifat repetitif dan sulit dihentikan meskipun individu menyadari dampak negatifnya.
Gangguan Terkait OCD Akibat Zat atau Kondisi Medis
Dalam beberapa kasus, gejala obsesif-kompulsif dapat muncul sebagai akibat dari penggunaan zat tertentu, efek samping obat, atau kondisi medis tertentu. Ketika gejala tersebut muncul sebagai konsekuensi langsung dari faktor medis atau zat, diagnosisnya termasuk dalam gangguan obsesif-kompulsif dan terkait yang diinduksi oleh kondisi tersebut.
Kesamaan dalam Spektrum Gangguan Terkait OCD
Meskipun setiap gangguan memiliki ciri khasnya sendiri, gangguan-gangguan dalam kelompok ini memiliki beberapa kesamaan utama, antara lain:
- Pola pikiran atau perilaku yang berulang dan sulit dikendalikan
- Upaya untuk mengurangi kecemasan atau ketegangan emosional
- Dampak signifikan terhadap fungsi sosial, pekerjaan, atau kualitas hidup
- Respons yang relatif baik terhadap pendekatan terapi tertentu, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dan intervensi berbasis paparan
Pentingnya Memahami Gangguan Terkait OCD
Memahami spektrum gangguan terkait OCD membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran bahwa gangguan-gangguan ini bukan sekadar kebiasaan buruk atau kelemahan pribadi. Dengan pemahaman yang tepat, individu yang mengalami kondisi ini dapat memperoleh diagnosis yang lebih akurat serta penanganan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti memungkinkan penderita gangguan terkait OCD untuk meningkatkan fungsi sehari-hari dan kualitas hidup secara keseluruhan.
REFERENSI
OCD-UK, Suite 8, Riverside Business Centre, Foundry Lane, Milford, Derbyshire DE56 0RN. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders and OCD. © 2004-2025. Registered Charity Number: 1103210
Ameringen, M van. Et all. DSM-5 obsessive-compulsive and related disorders: clinical implications of new criteria. (2014)
Carlat Publishing. New Chapter in DSM-5: Obsessive-Compulsive and Related Disorders. (2013)