by Endar Suhendar, M.Pd.

Kenapa Fokus Menurun Setelah Menonton Video Pendek Terus-Menerus

Kenapa Fokus Menurun Setelah Menonton Video Pendek Terus-Menerus

Fenomena fokus menurun setelah menonton video pendek bukan sekadar perasaan sesaat. Banyak orang merasa sulit kembali berkonsentrasi setelah berjam-jam scrolling TikTok, Reels, atau Shorts. Tanpa disadari, kebiasaan ini memengaruhi cara otak memproses informasi, mengatur perhatian, dan mempertahankan konsentrasi dalam waktu lama.

Inilah mengapa semakin sering kita terpapar video berdurasi sangat singkat, semakin sulit pula kita bertahan pada aktivitas yang membutuhkan fokus lebih dari beberapa menit.

Dampak Video Pendek pada Fokus dan Cara Kerja Otak

Pengaruh Video Pendek terhadap Otak

Video pendek dirancang untuk memberi rangsangan cepat, intens, dan terus-menerus. Setiap beberapa detik, otak menerima hal baru: visual baru, suara baru, cerita baru. Pola ini melatih otak untuk terbiasa dengan stimulus instan.

Akibatnya, ketika dihadapkan pada tugas yang lebih lambat seperti membaca, belajar, atau bekerja, otak merasa aktivitas tersebut “terlalu lambat” dan membosankan.

Attention Span Menurun karena Stimulus Cepat

Attention span menurun terjadi karena otak terbiasa berpindah fokus dengan sangat cepat. Saat scrolling, kita jarang bertahan pada satu konten lebih dari 10–20 detik. Lama-kelamaan, ini membentuk kebiasaan mental untuk tidak bertahan lama pada satu hal.

Inilah yang membuat banyak orang merasa:

  • Sulit fokus setelah menonton video
  • Tidak sabar membaca teks panjang
  • Cepat terdistraksi saat belajar atau bekerja

Baca Juga: Ini 6 Manfaat Tes Kecerdasan Untuk Pengembangan Diri

Gangguan Fokus Akibat Media Sosial dan Kebiasaan Scrolling Berlebihan

Efek Scrolling Video Pendek yang Tidak Disadari

Scrolling video pendek memicu pelepasan dopamin berulang kali. Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan reward. Ketika hal ini terjadi terus-menerus, otak mulai “mencari” stimulasi cepat tersebut.

Inilah awal dari:

  • Distraksi digital
  • Kebiasaan scrolling berlebihan
  • Kecanduan video pendek

Tanpa disadari, otak menjadi kurang nyaman berada dalam kondisi tenang tanpa stimulus.

Sulit Fokus Setelah Menonton Video

Banyak orang merasa setelah menonton video pendek:

  • Pikiran terasa “penuh”
  • Sulit memulai pekerjaan
  • Cepat ingin membuka media sosial lagi
  • Tidak betah mengerjakan tugas yang monoton

Ini bukan karena kurang disiplin, tetapi karena pola kerja otak sudah terpengaruh oleh kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Cara Praktis Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Era Digital (10 Tips Sederhana)

Kecanduan Video Pendek dan Dampaknya pada Aktivitas Harian

Ketika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, fokus menurun bukan hanya terjadi saat bekerja, tetapi juga saat:

  • Belajar
  • Membaca
  • Berinteraksi dengan orang lain
  • Melakukan aktivitas yang membutuhkan kesabaran

Jika dibiarkan, ini bisa berkembang menjadi gangguan fokus akibat media sosial yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.

Cara Mengurangi Dampak Distraksi Digital pada Fokus

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Batasi Waktu Menonton Video Pendek

Gunakan timer atau fitur pembatas aplikasi agar tidak scrolling tanpa sadar.

Latih Otak dengan Aktivitas Fokus Panjang

Biasakan membaca buku, menulis, atau belajar tanpa gangguan selama 20–30 menit.

Istirahat dari Gadget Secara Berkala

Berikan waktu bagi otak untuk berada dalam kondisi tanpa stimulus digital.

Namun, sebelum memperbaiki kebiasaan ini, penting untuk mengetahui terlebih dahulu seberapa besar ketergantungan kita pada internet dan media sosial.

Baca Juga: Tips Mengurangi Gadget Tanpa Merasa Ketinggalan Informasi

Kenali Tingkat Ketergantungan Digital dengan Jatidiri Kendali

Untuk membantu memahami kebiasaan online secara lebih objektif, Jatidiri menghadirkan Jatidiri Kendali, alat asesmen psikologis yang dirancang untuk mengukur tingkat ketergantungan kamu pada internet.

Jatidiri adalah platform layanan psikologi berbasis teknologi yang menyediakan berbagai asesmen psikologis profesional untuk membantu individu memahami kondisi mental, potensi, dan kebiasaan diri secara lebih objektif. Seluruh alat ukurnya disusun berdasarkan kaidah ilmiah psikologi, praktis diakses secara online, dan hasilnya mudah dipahami sebagai dasar perbaikan diri.

Salah satu alat asesmen di dalamnya adalah Jatidiri Kendali, tes yang dirancang untuk mengukur tingkat ketergantungan terhadap internet dan media digital. Tes ini membantu mengenali pola distraksi digital, dampaknya terhadap fokus dan produktivitas, serta memberikan saran untuk membangun kebiasaan online yang lebih sehat.

Tes ini tidak hanya menunjukkan seberapa sering kamu menggunakan internet, tetapi juga membantu melihat:

  • Pola kebiasaan scrolling
  • Tingkat distraksi digital
  • Dampak penggunaan internet terhadap fokus dan aktivitas harian
  • Saran perbaikan kebiasaan online yang lebih sehat

Dengan mengetahui hasilnya, kamu bisa memperbaiki kebiasaan secara lebih terarah, bukan hanya sekadar mencoba mengurangi waktu layar tanpa strategi yang jelas.

Saatnya Mengembalikan Fokus dengan Cara yang Lebih Sadar

Jika kamu merasa fokus menurun, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa lepas dari video pendek, mungkin ini saatnya melihat kondisi tersebut secara lebih objektif.

Konsultasikan terlebih dahulu melalui WhatsApp: +62 851-4239-8721
Akses tes Jatidiri Kendali melalui website: https://jatidiri.app
Atau unduh aplikasi Jatidiri di Google Play Store.

Mulai kendalikan kebiasaan digitalmu, dan kembalikan fokusmu secara bertahap bersama Jatidiri.