by Endar Suhendar, M.Pd.

Dampak Konten Short-Form Terhadap Attention Span Generasi Muda

Dampak Konten Short-Form Terhadap Attention Span Generasi Muda

Konten short form seperti TikTok, Reels, dan YouTube Shorts kini menjadi konsumsi harian generasi muda. Format video yang sangat singkat, cepat, dan terus berganti membuat konten ini terasa menarik, ringan, dan mudah dinikmati. Namun di balik itu, muncul fenomena penurunan attention span yang semakin sering dirasakan oleh remaja: sulit fokus, cepat bosan, dan tidak betah melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.

Tanpa disadari, kebiasaan scrolling berlebihan membentuk pola kerja otak yang terbiasa dengan stimulus instan, sehingga aktivitas belajar, membaca, atau mengerjakan tugas terasa jauh lebih berat dibandingkan menonton video pendek.

Bagaimana Konten Short Form Mempengaruhi Attention Span Generasi Muda?

Efek Konten Short Form pada Otak

Konten short form dirancang untuk memberi rangsangan cepat dalam waktu singkat. Setiap beberapa detik, otak menerima informasi baru: gambar baru, suara baru, cerita baru. Pola ini melatih otak untuk terus berpindah fokus.

Akibatnya, ketika remaja dihadapkan pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama, otak merasa aktivitas tersebut terlalu lambat dan kurang menarik. Inilah awal dari penurunan attention span.

Penurunan Attention Span Akibat Stimulus Instan

Remaja yang terbiasa menonton video berdurasi 10–30 detik akan kesulitan mempertahankan fokus selama 20–30 menit saat belajar atau membaca. Mereka menjadi:

  • Cepat terdistraksi
  • Tidak sabar mengikuti penjelasan panjang
  • Sulit memahami materi yang kompleks
  • Lebih memilih hiburan cepat dibanding aktivitas produktif

Ini bukan sekadar kurang disiplin, tetapi dampak konten short form pada cara otak mengatur perhatian.

Baca Juga: Tips Mengurangi Gadget Tanpa Merasa Ketinggalan Informasi

Kebiasaan Scrolling dan Kecanduan Konten Pendek

Pengaruh Video Pendek pada Remaja

Kebiasaan scrolling memicu pelepasan dopamin berulang kali, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan reward. Ketika ini terjadi terus-menerus, otak mulai “mencari” sensasi cepat tersebut.

Inilah yang menyebabkan:

  • Kebiasaan scrolling tanpa sadar
  • Kecanduan konten pendek
  • Sulit berhenti membuka media sosial
  • Rasa gelisah ketika tidak memegang ponsel

Dampak Konten Short Form dalam Aktivitas Harian

Efeknya tidak hanya terasa saat belajar, tetapi juga saat:

  • Berinteraksi dengan orang lain
  • Mengikuti pembelajaran di kelas
  • Membaca buku
  • Menyelesaikan tugas yang monoton

Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas belajar dan produktivitas generasi muda secara signifikan.

Baca Juga: Metode Atomic Habits: Cara Membangun Kebiasaan Baik yang Kecil, Konsisten, dan Jangka Panjang

Cara Mengurangi Dampak Konten Short Form pada Attention Span

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Batasi Waktu Mengakses Media Sosial

Gunakan fitur pembatas waktu aplikasi agar tidak scrolling tanpa sadar.

Latih Fokus dengan Aktivitas Panjang

Biasakan membaca, menulis, atau belajar tanpa gangguan selama 20–30 menit.

Istirahat dari Gadget Secara Berkala

Berikan waktu bagi otak untuk berada dalam kondisi tanpa stimulus digital.

Namun, sebelum memperbaiki kebiasaan ini, penting untuk mengetahui terlebih dahulu seberapa besar ketergantungan terhadap internet dan media sosial yang sudah terjadi.

Kenali Tingkat Ketergantungan Digital dengan Jatidiri Kendali

Untuk membantu memahami kebiasaan online secara lebih objektif, Jatidiri menghadirkan Jatidiri Kendali, alat asesmen psikologis yang dirancang untuk mengukur tingkat ketergantungan pada internet dan media digital.

Jatidiri adalah platform layanan psikologi berbasis teknologi yang menyediakan berbagai asesmen psikologis profesional untuk membantu individu memahami kondisi mental, potensi, dan kebiasaan diri secara lebih objektif dan terukur.

Jatidiri Kendali membantu kamu mengenali:

  • Pola kebiasaan scrolling
  • Tingkat distraksi digital
  • Dampak penggunaan internet terhadap fokus dan aktivitas harian
  • Saran perbaikan kebiasaan online yang lebih sehat

Tes ini bukan hanya menunjukkan seberapa sering kamu menggunakan internet, tetapi membantu memahami dampaknya terhadap attention span generasi muda secara nyata.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental Siswa untuk Prestasi Belajar

Saatnya Mengembalikan Fokus Secara Lebih Sadar

Jika kamu merasa sulit fokus, cepat terdistraksi, dan tidak bisa lepas dari konten short form, mungkin ini saatnya melihat kondisi tersebut secara lebih objektif.

Konsultasikan terlebih dahulu melalui WhatsApp: +62 851-4239-8721
Akses tes Jatidiri Kendali melalui website: https://jatidiri.app
Atau unduh aplikasi Jatidiri di Google Play Store.

Mulai kendalikan kebiasaan digitalmu, dan kembalikan attention span secara bertahap bersama Jatidiri.