by Endar Suhendar, M.Pd.

Bukan Sekadar Introvert atau Ekstrovert: Kepribadianmu Jauh Lebih Unik dari Itu! (Bagian 1)

Kalau ada satu pertanyaan "wajib" pas kenalan atau kumpul-kumpul, mungkin ini salah satunya: "Kamu introvert atau ekstrovert?"

Seolah-olah, seluruh manusia di dunia ini cuma bisa masuk ke dalam dua kotak itu. Tim A atau Tim B. Tim yang suka keramaian atau tim yang butuh kesunyian. Titik.

Tapi, pernah nggak kamu merasa... aneh?

Mungkin kamu suka banget kumpul bareng sahabat, tapi setelah dua jam, bateraimu langsung habis dan rasanya pengin cepat-cepat pulang ke kamar. Atau kamu dikenal sebagai si pendiam, tapi kalau sudah ngobrolin topik yang kamu suka, kamu bisa jadi orang yang paling bersemangat di ruangan itu.

Terus, kamu ini sebenarnya apa? Introvert yang lagi "sok asik"? Atau ekstrovert yang lagi "mode hemat energi"?

Gimana kalau aku bilang... label itu sebenarnya terlalu sempit? Kepribadianmu itu jauh, jauh lebih dalam dan unik dari sekadar pilihan A atau B. Itu seperti mencoba mendeskripsikan seluruh galaksi hanya dengan menyebut "terang" atau "gelap". Kurang banget, kan?

Yuk, kita coba lihat kepribadian sebagai sebuah resep kue yang punya banyak lapisan. Introvert-ekstrovert itu baru lapisan pertamanya.

 

Lapisan Pertama: Dari Mana Energimu Berasal? (Ini Baru Introvert-Ekstrovert)

Oke, kita mulai dari yang paling dasar dulu biar nggak bingung. Lapisan pertama ini adalah tentang sumber energimu.

  • Ekstrovert: Ibarat ponsel yang di-charge dengan interaksi sosial. Kumpul bareng teman, ngobrol, ketemu orang baru—itu semua mengisi ulang baterai mereka. Kalau kelamaan sendirian, mereka justru merasa lemas dan nggak bersemangat.
  • Introvert: Kebalikannya. Mereka adalah ponsel yang di-charge saat sendirian. Waktu untuk diri sendiri, membaca buku, nonton film di kamar—itu yang bikin energi mereka penuh lagi. Interaksi sosial itu menguras baterai mereka, makanya butuh waktu menyendiri untuk "ngecas".

Penting ya, ini bukan soal pemalu atau supel. Banyak kok introvert yang jago bicara di depan umum, dan banyak juga ekstrovert yang bisa merasa canggung. Ini murni soal aliran energi.

Nah, anggap saja ini adalah lapisan dasar dari "kue" kepribadianmu. Sekarang, mari kita tambahkan lapisan kedua yang membuatnya jadi lebih menarik.

 

Lapisan Kedua: Bagaimana Caramu 'Membaca' Dunia Sekitar?

Setelah tahu dari mana energimu datang, pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana caramu menyerap informasi?

Saat kamu masuk ke sebuah kafe baru, apa yang pertama kali kamu perhatikan? Di sini kepribadian kita terbelah lagi menjadi dua "rasa" yang berbeda:

  1. Si Konkret (Sensing - S) Orang dengan preferensi ini memproses dunia melalui panca indera. Mereka fokus pada fakta dan detail yang nyata. Saat masuk kafe, mereka akan memperhatikan: aroma kopi yang baru diseduh, tekstur kursi kayunya, harga yang tertera di menu, alunan musik yang diputar. Mereka percaya pada apa yang bisa dilihat, didengar, dan disentuh. Mereka hidup di masa sekarang.
  2. Si Abstrak (Intuition - N) Kalau yang ini, mereka memproses dunia melalui pola, koneksi, dan kemungkinan. Saat masuk ke kafe yang sama, pikiran mereka langsung melompat: "Wah, konsep kafe ini bisa dikembangkan jadi franchise," atau "Suasananya mengingatkanku pada sebuah adegan di film," atau "Kira-kira, apa ya makna di balik nama kafe ini?". Mereka fokus pada gambaran besar dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Bukan berarti si 'Sensing' nggak bisa berimajinasi, ya! Dan si 'Intuitive' juga nggak buta sama fakta. Ini soal mana yang lebih otomatis dan nyaman kamu gunakan untuk "membaca" situasi.

Nah, baru dua lapisan aja udah kelihatan kan, betapa berbedanya cara kita memproses dunia? Ada si Introvert yang konkret, ada juga Ekstrovert yang abstrak, dan sebaliknya. Kombinasinya saja sudah menciptakan empat tipe dasar yang berbeda.

Padahal, masih ada dua lapisan penting lagi yang belum kita sentuh:

  • Bagaimana cara kita mengambil keputusan (pakai logika atau perasaan)?
  • Dan bagaimana gaya kita menjalani hidup (terstruktur rapi atau fleksibel mengikuti arus)?

Pembahasan dua lapisan itu akan kita lanjutkan di bagian kedua.

Kalau kamu udah super penasaran dan nggak sabar nunggu lanjutannya, kamu sebenarnya bisa langsung "intip" cetak biru kepribadian unikmu di jatidiri.app. Di sana, kamu bisa mengikuti asesmen untuk melihat kombinasi lengkap dari kepribadianmu.

Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!