Cara Mendiagnosis Internet Addiction Disorder Sejak Dini
Cara Mendiagnosis Internet Addiction Disorder Sejak Dini
Sebelum disadari, penggunaan internet yang awalnya sekadar untuk hiburan atau kebutuhan kerja bisa berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu online yang berlebihan dapat berkembang menjadi pola perilaku adiktif yang memengaruhi emosi, fokus, dan kualitas hidup sehari-hari.
Sebelum menjadi kebiasaan yang terasa “normal”, intensitas penggunaan internet sering kali meningkat tanpa benar-benar kita sadari. Aktivitas online yang tampak sepele perlahan bisa mengambil porsi besar dari waktu, perhatian, dan energi kita setiap hari. Di titik inilah penting untuk mulai melihat kembali pola penggunaan internet secara lebih sadar dan reflektif.
Apa Itu Internet Addiction Disorder?
Pengertian Internet Addiction Disorder Dalam Psikologi
Internet Addiction Disorder (IAD) adalah kondisi perilaku adiktif yang ditandai dengan penggunaan internet, komputer, atau video game secara berlebihan di luar kebutuhan kerja, yang diserti hilangnya kontrol, perubahan suasana hati, dan dampak negatif pada kehidupan sosial, akademik, maupun pekerjaan.
Meskipun masih ada perdebatan apakah perilaku ini merupakan gangguan tersendiri atau gejala dari gangguan lain seperti kecemasan dan depresi, semakin banyak ahli yang menganggap IAD sebagai bentuk adiksi perilaku. Pandangan ini diperkuat oleh definisi terbaru dari American Society of Addiction Medicine (ASAM) yang menyatakan bahwa adiksi bukan hanya terkait zat kimia, tetapi juga dapat berupa perilaku, dengan karakteristik umum seperti:
- Preokupasi terhadap internet dan media digital (pikiran terus tertuju pada aktivitas online)
- Kehilangan kontrol terhadap durasi penggunaan teknologi digital (sulit berhenti atau membatasi waktu)
- Mood modification, yaitu menggunakan internet untuk mengubah suasana hati atau meredakan stres
- Toleransi, yaitu membutuhkan waktu yang semakin lama atau aktivitas digital yang baru untuk mendapatkan efek emosional yang sama
- Withdrawal symptoms, munculnya gejala tidak nyaman ketika tidak dapat mengakses internet
- Tetap melanjutkan perilaku meskipun menimbulkan konflik keluarga, menurunnya kehidupan sosial, serta gangguan pada performa akademik atau pekerjaan
Tanda-Tanda Awal Internet Addiction Disorder yang Sering Diabaikan
Saat menilai apakah seseorang mengalami kecanduan internet, profesional kesehatan mental biasanya melihat sejumlah tanda untuk mengukur tingkat keparahannya. Tanda-tanda ini buka cuma soal durasi online, tapi juga bagaimana internet mulai memengatuhi pikiran, emosi, dan kehidupan sehari-hari. Tandanya sebenernya cukup banyak danbisa terlihat dari banyak sisi perilaku. Namun, berikut empat tanda utamma yang paling sering terlihat pada seseorang yang kecanduan internet.
1. Pikiran terus tertuju pada internet dan durasi online makin panjang
Kamu menghabiskan banyak waktu di internet, bahkan ketika sedang tidak online pun pikiranmu tetap memikirkan aktivitas digital. Seiring waktu, kamu merasa perlu online lebih lama atau lebih sering untuk mendapatkan rasa puas yang sama.
2. Sulit mengontrol atau mengurangi waktu online
Kamu mungkin sudah mencoba membatasi diri, tetapi selallu gagal. Ada dorongan kuat untuk kembali online, seolah-olah kamu kehilangan kendali atas kebiasaan tersebut.
3. Muncul rasa tidak nyaman saat tidak bisa online
Ketika tidak memiliki akses internet, kamu merasa gelisah, mudah marah, cemas, atau tidak tenang. Kondisi ini mirip dengan gejala “sakau” pada kecanduan lainnya.
4. Tanggung Jawab dan hubungan sosial mulai terabaikan
Waktu online yang berlebihan membuat kamu menunda atau mengabaikan tugas di rumah, sekolah, atau pekerjaan. Bahkan, hubungan dengan orang terdekat bisa terganggu karena kebiasaan ini.
Jika beberapa tanda ini terus muncul dalam jangka waktu panjang (misalnya hingga 12 bulan), kondisi tersebut bisa mengarah pada kecanduan internet.
Baca Juga: Kesehatan Mental di Era Digital: Tantangan dan Cara Menjaganya
Dampak Internet Addiction Disorder pada Kesehatan Mental dan Kehidupan Sehari-hari
Internet addiction disorder bukan sekadar kebiasaan sering online, tetapi pola perilaku yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidup. Dampak kecanduan internet sering kali muncul perlahan dan tidak disadari, mulai dari penurunan fokus hingga perubahan emosi yang signifikan. Ketika waktu dan perhatian lebih banyak terserap ke dunia digital, keseimbangan hidup di dunia nyata ikut terganggu. Inilah mengapa penting memahami sejak awal bagaimana internet addiction disorder dapat memengaruhi kesehatan mental.
Dampak pada Konsentrasi dan Fungsi Kognitif
Salah satu dampak kecanduan internet yang paling terasa adalah menurunnya kemampuan konsentrasi. Terlalu sering berpindah dari satu konten ke konten lain membuat otak terbiasa dengan distraksi konstan. Akibatnya, seseorang menjadi sulit fokus pada pekerjaan, belajar, atau aktivitas yang membutuhkan perhatian penuh.
Dampak pada Relasi Sosial dan Keluarga
Kecanduan internet juga dapat mengurangi kualitas interaksi sosial secara langsung. Waktu bersama keluarga atau teman tergantikan oleh layar gadget, sehingga hubungan menjadi renggang tanpa disadari. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan perasaan kesepian meskipun seseorang tampak “aktif” di dunia maya.
Dampak pada Emosi dan Stabilitas Mental
Internet addiction disorder sering berkaitan dengan perubahan suasana hati, mudah cemas, mudah marah, hingga merasa gelisah saat tidak terhubung dengan internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan sudah mulai memengaruhi stabilitas emosional.
Baca Juga: Fokus Penuh di Era Distraksi: Mengenal Konsep Deep Work untuk Hasil Maksimal
Kenali Tingkat Kecanduan Internet dengan Jatidiri Kendali
Jatidiri, platform psikologi komprehensif, menyediakan alat tes psikologis bernama Jatidiri Kendali, yang dirancang khusus untuk membantu kamu mengetahui tingkat kecanduan internet secara objektif. Tes ini membantu proses diagnosa internet addiction disorder dengan pendekatan psikologi yang sistematis.
Melalui tes ini, kamu tidak hanya mengetahui tingkat ketergantungan, tetapi juga mendapatkan saran untuk memperbaiki kebiasaan online agar lebih sehat dan terkontrol. Tes internet addiction online ini bisa diakses dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.
Kapan Perlu Melakukan Tes Internet Addiction Online?
Tes ini sebaiknya dilakukan saat kamu mulai merasa:
- Sulit mengontrol waktu penggunaan internet
- Produktivitas menurun karena terlalu sering online
- Relasi sosial terganggu akibat kebiasaan digital
- Merasa gelisah saat jauh dari gadget
Semakin cepat cara mengetahui kecanduan internet sejak dini dilakukan, semakin mudah pula mengendalikan dampaknya.
Langkah Awal Mengendalikan Kebiasaan Internet
Setelah mengetahui hasil tes, kamu bisa mulai membuat batasan waktu online, mengganti kebiasaan digital dengan aktivitas yang lebih sehat, dan memantau perkembangan secara berkala. Jika diperlukan, kamu juga bisa mencari bantuan psikolog kecanduan internet untuk pendampingan lebih lanjut.
Baca Juga: Mengatasi Kecanduan Gadget: 5 Langkah Melakukan Digital Detox untuk Keseimbangan Mental
Saatnya Kendalikan Kebiasaan Internetmu
Jangan tunggu sampai internet addiction disorder memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan sosialmu. Lakukan tes internet addiction online melalui Jatidiri Kendali dan mulai kenali pola kebiasaan digitalmu sekarang juga.
Ingin bertanya terlebih dahulu atau mencoba tesnya?
WhatsApp: +62 851-4239-8721
Akses melalui website: https://jatidiri.app
Atau unduh aplikasi Jatidiri di Google Play Store dan Apple App Store.
Referensi
Cash, H., Rae, C. D., Steel, A. H., & Winkler, A. (2012). Internet Addiction: A Brief Summary of Research and Practice. Current psychiatry reviews, 8(4), 292–298. https://doi.org/10.2174/157340012803520513
Reed, S. (2025). Internet addiction. AddictionCenter.com. https://www.addictioncenter.com/behavioral-addictions/internet-addiction/