Kekuatan Kata 'Belum': Mengubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset dalam Belajar.
Kekuatan Kata ‘Belum’: Mengubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset dalam Belajar
Pernah merasa langsung menyerah saat mengatakan, “Aku memang nggak bisa” atau “Aku nggak pintar di bidang ini”? Tanpa disadari, kalimat-kalimat seperti ini mencerminkan cara kita memandang kemampuan diri sendiri. Dalam dunia belajar, cara berpikir ini dikenal sebagai fixed mindset. Sebaliknya, ada cara pandang lain yang lebih sehat dan fleksibel, yaitu growth mindset.
Sebagai orang awam yang bukan berlatar belakang psikologi, saya belajar dari berbagai diskusi dengan praktisi dan lulusan psikologi bahwa perubahan cara berpikir tidak selalu rumit. Bahkan, terkadang hanya dimulai dari satu kata sederhana: “belum.”
Mindset dalam Belajar: Mengapa Cara Kita Berpikir Itu Penting
Dalam proses belajar, mindset dalam belajar berperan besar dalam menentukan bagaimana kita menghadapi kesulitan. Ada orang yang langsung merasa dirinya tidak mampu saat gagal, ada juga yang melihat kegagalan sebagai bagian dari proses.
Dari penjelasan para psikolog, perbedaan ini bukan soal pintar atau tidak pintar, melainkan soal cara berpikir terhadap kemampuan diri sendiri.
Perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset
- Fixed mindset adalah pola pikir atau kecerdasan dan kemampuan yang dianggap sebagai sifat bawaan yang tidak dapat diubah atau tetap dan statis.
- Growth mindset atau pola pikir berkembang adalah pola pikir atau kecerdasan dan kemampuan yang dapat dikembangkan melalui usaha, strategi, dan pembelajaran.
Perbedaan inilah yang membuat pengalaman belajar seseorang bisa terasa sangat berat atau justru menantang dengan cara yang positif.
Mengapa Fixed Mindset Sering Menghambat Proses Belajar
Banyak dari kita tumbuh dengan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Tanpa sadar, hal ini menumbuhkan fixed mindset, terutama ketika kita sering mendengar label seperti “kurang pintar” atau “tidak berbakat”.
Ciri Fixed Mindset dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa ciri yang sering muncul:
- Takut mencoba hal baru karena khawatir gagal
- Mudah menyerah saat menemui kesulitan
- Merasa minder ketika melihat orang lain lebih cepat paham
Dalam jangka panjang, pola ini bisa membuat proses belajar terasa melelahkan dan penuh tekanan.
Makna Kata “Belum”: Langkah Kecil Menuju Growth Mindset
Salah satu konsep yang paling mudah dipahami dari growth mindset adalah mengganti kalimat “aku tidak bisa” menjadi “aku belum bisa.”
Mengapa Kata “Belum” Itu Penting
Kata belum memberi ruang bagi proses. Kalimat seperti:
- “Aku belum paham materi ini”
- “Aku belum bisa mengerjakan soal ini”
membantu kita menyadari bahwa kemampuan bukan sesuatu yang langsung jadi, melainkan bisa berkembang seiring waktu dan usaha.
Mengubah Cara Bicara ke Diri Sendiri
Dari sudut pandang orang awam, perubahan ini terasa sederhana, tapi dampaknya besar. Cara kita berbicara pada diri sendiri memengaruhi kepercayaan diri, motivasi, dan keberanian untuk mencoba lagi.
Cara Mengubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset dalam Belajar
Berdasarkan masukan dari para psikolog, mengubah fixed mindset tidak perlu dilakukan sekaligus. Justru lebih efektif jika dilakukan secara bertahap.
Langkah Sederhana yang Bisa Dicoba
- Sadari kalimat negatif yang sering muncul di kepala
- Ganti dengan kalimat yang lebih realistis dan suportif
- Fokus pada proses, bukan hanya hasil
- Hargai usaha sekecil apa pun
Dengan latihan konsisten, pola pikir berkembang bisa terbentuk secara alami.
Saat Kita Butuh Bantuan dari Luar
Jujur saja, tidak semua orang bisa mengubah mindset sendirian. Ada kalanya tekanan belajar, tuntutan lingkungan, atau pengalaman masa lalu membuat perubahan terasa berat. Di sinilah peran layanan psikologi menjadi penting.
Biro Psikologi Online dan Offline sebagai Dukungan
Baik melalui biro psikologi offline, maupun biro psikologi online, psikolog dapat membantu kita:
- Mengenali pola pikir yang menghambat
- Mengelola emosi saat belajar
- Membangun strategi yang lebih sehat
Solusi Praktis: Aplikasi Psikologi Jati Diri
Di era digital, dukungan psikologis tidak harus selalu datang dari ruang praktik. Aplikasi layanan psikologi kini menjadi alternatif yang lebih praktis dan terjangkau.
Jati Diri sebagai Aplikasi Konseling Pendamping Belajar
Jati Diri adalah aplikasi psikologi yang dirancang untuk membantu individu memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan membangun pola pikir yang lebih sehat, termasuk dalam proses belajar.
Sebagai aplikasi konseling, Jati Diri memungkinkan pengguna:
- Mengakses dukungan psikolog profesional
- Belajar memahami pola pikir dan emosi
- Mendapat pendampingan secara aman dan fleksibel
Mengubah fixed mindset menjadi growth mindset tidak membutuhkan latar belakang psikologi. Cukup dimulai dengan kesadaran kecil bahwa belajar adalah proses, bukan ajang pembuktian diri.
Dengan membiasakan kata “belum”, membuka diri terhadap bantuan profesional, dan memanfaatkan aplikasi layanan psikologi seperti Jati Diri, kita bisa membangun pengalaman belajar yang lebih sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, bukan soal seberapa cepat kita bisa, tetapi seberapa mau kita bertumbuh.
Referensi
Smith, Jennifer. 2025. Growth mindset vs fixed mindset: How what you think affects what you achieve. https://www.nervahealth.com/au/post/growth-vs-fixed-mindset