by Endar Suhendar, M.Pd.

Kembali ke Rutinitas: Tips Psikolog Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan Panjang

Kembali ke Rutinitas: Tips Psikolog Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan Panjang.

Liburan panjang sering kali menjadi momen yang dinanti untuk beristirahat dan melepaskan penat. Namun, tidak sedikit orang justru merasa berat dan kehilangan semangat saat harus kembali ke rutinitas. Rasa malas setelah liburan panjang ini kerap muncul tanpa disadari dan dapat memengaruhi fokus, produktivitas, hingga suasana hati.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues, yaitu respons emosional akibat perubahan mendadak dari ritme liburan ke tuntutan aktivitas harian. Perubahan pola tidur, kebiasaan santai selama liburan, serta tekanan untuk kembali produktif dapat membuat tubuh dan pikiran membutuhkan waktu beradaptasi. Kabar baiknya, kondisi ini tergolong wajar dan dapat diatasi dengan strategi psikologis yang tepat. Artikel ini akan membahas tips dari psikolog untuk membantu Anda mengatasi rasa malas setelah liburan dan kembali ke rutinitas dengan lebih sehat dan realistis.

Perbedaan Rasa Malas Biasa dan Malas Setelah Liburan Panjang

1. Rasa Malas Biasa (Everyday Laziness)

Rasa malas dalam kehidupan sehari-hari biasanya bersifat situasional dan ringan. Ini adalah respons umum tubuh dan pikiran saat menghadapi tugas yang kurang menarik, lelah, atau setelah aktivitas berat. Contohnya, menunda pekerjaan rumah, merasa kurang berenergi setelah aktivitas rutin, atau butuh jeda karena kelelahan. Rasa malas ini tidak berkaitan dengan pengalaman luar biasa atau perubahan besar dalam ritme hidup, dan biasanya hilang setelah istirahat singkat, tidur cukup, atau motivasi kembali meningkat.

Intinya, malas biasa tidak berkaitan dengan perubahan emosional yang mendalam atau peralihan dari pengalaman positif tinggi ke rutinitas biasa, melainkan reaksi terhadap kejenuhan atau kebutuhan fisik sederhana.

2. Malas Setelah Liburan Panjang (Post-Holiday Blues)

Malas setelah liburan panjang merupakan bentuk respon emosional yang lebih kompleks daripada sekadar malas biasa. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai post-vacation blues atau post-holiday blues, yaitu perasaan kehilangan motivasi, sedih, cemas, dan tidak bersemangat yang muncul setelah periode liburan yang menyenangkan berakhir. Kondisi ini sering terjadi karena perubahan drastis antara suasana santai dan bebas saat liburan dengan rutinitas harian yang penuh tuntutan.

Penyebab Rasa Malas Setelah Liburan Panjang

1. Perubahan Rutinitas yang Drastis

Selama liburan, pola tidur, waktu makan, dan aktivitas harian menjadi lebih fleksibel. Ketika harus kembali ke rutinitas yang padat dan terstruktur, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sehingga mudah memicu stres dan kelelahan.

2. Ekspektasi Liburan yang Tidak Terpenuhi

Liburan yang tidak berjalan sesuai harapan dapat meninggalkan rasa kecewa. Ketidakpuasan ini sering terbawa hingga setelah liburan berakhir dan memengaruhi mood serta motivasi.

3. Berkurangnya Interaksi Sosial

Momen kebersamaan dengan keluarga dan teman selama liburan menciptakan rasa nyaman dan aman secara emosional. Saat kembali ke rutinitas yang lebih individual, sebagian orang dapat merasakan kesepian atau kehampaan.

4. Tekanan Finansial Pasca-Liburan

Pengeluaran yang meningkat selama liburan dapat menimbulkan kekhawatiran finansial setelahnya. Kondisi ini sering menjadi sumber stres tambahan yang memperburuk post-holiday blues.

5. Kurangnya Waktu Adaptasi

Banyak orang langsung kembali ke pekerjaan atau aktivitas padat tanpa memberi jeda transisi. Minimnya waktu penyesuaian ini dapat meningkatkan rasa cemas, stres, dan kelelahan mental.

Tips Psikolog Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan

1. Kembali ke Rutinitas Secara Bertahap

Mulai kembali ke aktivitas harian dengan target kecil dan realistis agar tubuh dan pikiran tidak merasa tertekan. Menjaga kebiasaan dasar seperti tidur cukup, makan teratur, dan aktivitas fisik ringan membantu memulihkan energi dan suasana hati.

2. Latih Self-Compassion dan Terima Emosi

Perasaan sedih setelah liburan adalah hal yang wajar. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, cobalah menerima emosi tanpa menghakimi. Menulis jurnal dapat membantu memahami perasaan dan kebutuhan diri ke depan.

3. Ciptakan Hal yang Bisa Dinantikan

Membuat rencana sederhana, seperti bertemu teman, mencoba hobi baru, atau menjelajahi lingkungan sekitar, dapat mengembalikan rasa antusias dan memberikan arah positif setelah liburan berakhir.

4. Jaga Kesehatan Fisik dan Finansial

Aktivitas fisik ringan secara rutin terbukti membantu memperbaiki mood. Di sisi lain, mengatur kembali kondisi keuangan pasca-liburan melalui perencanaan anggaran dapat mengurangi stres dan rasa cemas.

5. Bangun Koneksi Sosial dan Pola Pikir Sehat

Menjaga hubungan dengan orang lain membantu mengurangi rasa kesepian. Selain itu, melihat masa setelah liburan sebagai kesempatan untuk bertumbuh, disertai latihan bersyukur, dapat membantu membangun perspektif yang lebih positif.

6. Waspadai Tanda Masalah yang Lebih Serius

Jika perasaan sedih berlangsung lama atau semakin intens, bisa jadi berkaitan dengan kondisi seperti Seasonal Affective Disorder atau pola coping yang tidak sehat. Dalam situasi ini, mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat.

Kapan Perlu Bantuan Profesional?

Post-holiday blues umumnya bersifat sementara, tetapi perlu diwaspadai jika rasa malas, sedih, dan kehilangan motivasi berlangsung lebih dari dua minggu hingga mulai mengganggu fungsi harian, seperti menurunnya fokus, produktivitas, kualitas tidur, dan minat beraktivitas. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan emosional yang berdampak pada kualitas hidup. Dalam situasi seperti ini, dukungan psikolog menjadi penting untuk membantu memahami pola emosi dan pikiran yang mendasari kondisi tersebut. Melalui konsultasi psikolog, individu dapat memperoleh pendampingan profesional secara praktis dan fleksibel agar proses adaptasi kembali ke rutinitas berjalan lebih sehat dan terarah.

Beradaptasi setelah liburan panjang adalah proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, terutama saat menghadapi transisi rutinitas yang cukup berat.

Jika rasa malas dan kelelahan mental terasa semakin mengganggu, kamu bisa mempertimbangkan konsultasi dengan biro psikologi online yang terpercaya hanya melalui aplikasi Jati Diri. Layanan psikolog profesional di Cimahi juga siap mendukung prosesmu kembali ke rutinitas dengan lebih sehat.

Referensi

Healthline Media, “Post-Vacation Blues: How to Avoid or Overcome Them,” Healthline, August 19, 2020, accessed December 26, 2025, https://www.healthline.com/health/post-vacation-blues#takeaway

Larsen, R. J., & Prizmic, Z. (2019). "Mood and self-regulation: The impact of returning from vacation." Journal of Affective Disorders, 245, 435-447.

Craft, L. L., & Perna, F. M. (2004). "The benefits of exercise for the clinically depressed." Primary Care Companion to the Journal of Clinical Psychiatry, 6(3), 104-111.