by Endar Suhendar, M.Pd.

Malam Hari = Pikiran "Maraton" Tanpa Henti? Penjelasan Ilmiah Mengapa Overthinking Sering Muncul Saat Hendak Tidur

Anda sudah berbaring, lampu dimatikan, tetapi alih-alih mengantuk, pikiran Anda justru memulai "maraton" tanpa henti. Kekhawatiran tentang pekerjaan besok, perkataan yang tidak sengaja terucap minggu lalu, hingga skenario terburuk yang tak realistis.
Ini bukanlah kelemahan pribadi, melainkan fenomena psikologis yang berkaitan dengan cara kerja otak di malam hari.
Ada dua aktor utama yang perlu di perhatikan yaitu : Korteks Prefrontal (bagian Logis) dan Amigdala (bagian Emosional).

Mengapa Pikiran Berlari Saat Tubuh Diam
Secara Ilmiah bisa di jelaskan seperti berikut : 

1. Si Logis (Korteks Prefrontal) Mulai Lelah: Korteks Prefrontal (PFC) adalah pusat penalaran, perencanaan, dan kontrol impuls. Selama siang hari, PFC bekerja keras untuk mengendalikan Amigdala. Di malam hari, setelah seharian digunakan, fungsinya menurun drastis.

2. Si Emosional (Amigdala) Aktif: Amigdala, pusat emosi dan respons rasa takut, mengambil alih saat PFC melemah. Tanpa filter logis, kekhawatiran yang kecil di siang hari bisa membesar menjadi kecemasan yang mendalam di malam hari.

3. Lingkaran Setan (The Worry Cycle): Jelaskan prosesnya: Kecemasan (dari Amigdala) memicu arousal (kewaspadaan), yang membuat sulit tidur. Kurang tidur lalu meningkatkan sensitivitas Amigdala keesokan harinya, menciptakan lingkaran balik yang sulit diputus.


Cara Efektif Menginterupsi Siklus Kecemasan [jangka pendek] : 
1. Dengan Fokus Teknik Catatan Pikiran (Thought Record): Ini adalah teknik dasar dari Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Anjurkan pembaca untuk bangun dari tempat tidur dan menulis di jurnal selama 5-10 menit.
langkah2 yang perlu di perhatikan : 
a. Tulis Pikiran Cemas: Tuliskan kekhawatiran spesifik.
b. Tantang dengan Fakta: Tuliskan bukti nyata yang menentang pikiran tersebut (Misalnya: "Fakta: Saya selalu berhasil mengatasi masalah ini sebelumnya.").
c. Buat Pikiran Netral: Ganti pikiran cemas dengan pernyataan yang lebih seimbang.

2. Jendela Kekhawatiran (Worry Window): Tentukan waktu 15-20 menit di siang hari (misalnya pukul 5 sore) khusus untuk khawatir. Jika pikiran cemas muncul di malam hari, ingatkan diri: "Ini bukan waktunya, kita akan memprosesnya besok pukul 5 sore."


Cara Efektif Mengatasi Akar Overthinking [Jangka Panjang]
a. Bukan Hanya Kebiasaan, Tapi perlu di perhatikan Gejala yang hadir. maka tekankan bahwa overthinking yang parah dan persisten seringkali adalah gejala dari masalah yang lebih besar, seperti kecemasan umum (GAD), trauma ringan, atau burnout yang tidak teridentifikasi.
b. Pentingnya mempraktikkan mindfulness (seperti pernapasan 4-7-8) dapat melatih PFC untuk merebut kembali kendali dari Amigdala dan menenangkan sistem saraf.
c. Evaluasi Diri dengan banyak dorong diri untuk berhenti menduga-duga dan mencari kejelasan: Apakah ini hanya stres harian, atau sudah termasuk gangguan mental yang butuh penanganan khusus?

Oleh karena itu, Mengatasi overthinking malam hari dimulai dengan memahami cara kerja otak dan menggunakan alat yang tepat untuk menginterupsi siklus kecemasan. Jangan biarkan pikiran Anda merampas kualitas tidur dan kualitas hidup Anda.

Berhenti menduga-duga. Kenali akar masalah overthinking Anda secara akurat! Overthinking parah seringkali adalah sinyal. Cek kondisi mental Anda yang sebenarnya, dengan Asesmen Jatidiri Kendali Mental yang disusun oleh psikolog profesional. Unduh Jatidiri App sekarang dan temukan solusi spesifik untuk mengendalikan pikiran Anda!