ADD dan ADHD: Apa Bedanya dan Mengapa Sering Membingungkan?
ADD dan ADHD: Apa Bedanya dan Mengapa Sering Membingungkan?
Banyak orang masih menggunakan istilah ADD untuk menggambarkan seseorang yang sulit fokus tetapi tidak terlihat hiperaktif. Sementara itu, ADHD sering dikaitkan dengan anak yang aktif, sulit diam, dan impulsif. Wajar jika keduanya sering dianggap berbeda, padahal dalam dunia medis modern, ADD dan ADHD sebenarnya berasal dari kondisi yang sama. ADD adalah istilah lama yang dulu digunakan sebelum pemahaman tentang ADHD berkembang seperti sekarang.
Apa Itu ADD?
ADD (Attention Deficit Disorder) adalah istilah yang dulu digunakan untuk menggambarkan gangguan perhatian tanpa hiperaktivitas. Orang dengan ADD biasanya mengalami:
- Sulit berkonsentrasi.
- Mudah melamun.
- Pelupa.
- Kurang terorganisir.
- Tampak pendiam atau “tidak bermasalah”.
Karena tidak menunjukkan perilaku yang mengganggu, banyak orang dengan ADD terutama anak perempuan tidak terdeteksi sejak dini. Namun, seiring perkembangan penelitian, para ahli menemukan bahwa pola gejala ini sebenarnya masih termasuk dalam spektrum ADHD.
Apa Itu ADHD?
ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah istilah medis resmi yang digunakan saat ini. ADHD adalah kondisi neurodevelopmental yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam:
- Memusatkan perhatian.
- Mengendalikan impuls.
- Mengatur aktivitas dan emosi.
ADHD tidak hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga bisa berlanjut hingga dewasa.
Mengapa ADD Tidak Lagi Digunakan?
ADD tidak lagi digunakan sebagai diagnosis terpisah karena:
- Gejala perhatian dan hiperaktivitas bisa berubah seiring usia
- Seseorang yang tampak “tidak hiperaktif” saat kecil bisa mengalami kegelisahan di usia dewasa
- Satu diagnosis yang mencakup semua variasi dianggap lebih akurat dan fleksibel
Saat ini, ADD dikenal sebagai ADHD tipe inattentive (kurang perhatian).
ADHD Tipe Inattentive (Dulu Disebut ADD)
Pada tipe ini, kesulitan utama terletak pada fokus, ingatan, dan pengorganisasian, tanpa aktivitas fisik berlebihan.
Ciri-cirinya meliputi:
- Mudah terdistraksi.
- Sering lupa tugas atau janji.
- Sulit menyelesaikan pekerjaan.
- Terlihat tidak mendengarkan.
- Menghindari tugas yang membutuhkan konsentrasi lama.
- Sering kehilangan barang penting.
Karena gejalanya lebih “diam”, tipe ini sering terlewatkan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
ADHD Tipe Hiperaktif-Impulsif
Berbeda dengan ADD, tipe ini lebih mudah dikenali karena gejalanya terlihat jelas, seperti:
- Tidak bisa duduk diam.
- Banyak berbicara.
- Menyela pembicaraan.
- Bertindak tanpa berpikir.
- Sulit menunggu giliran.
Tipe ini lebih sering terdiagnosis pada anak laki-laki.
ADHD Tipe Gabungan
Tipe gabungan adalah kombinasi dari kedua pola di atas. Individu dengan tipe ini mengalami:
- Kesulitan fokus dan mengatur diri.
- Perilaku impulsif.
- Kegelisahan fisik dan mental.
- Kesulitan menyelesaikan tugas.
Ini adalah tipe ADHD yang paling sering ditemukan.
ADD dan ADHD pada Orang Dewasa
Banyak orang baru menyadari memiliki ADD atau ADHD saat dewasa. Pada fase ini:
- Kesulitan fokus muncul dalam pekerjaan dan hubungan.
- Hiperaktivitas berubah menjadi kegelisahan batin.
- Impulsivitas tampak dalam pengambilan keputusan.
Banyak orang dewasa merasa “bermasalah” sebelum akhirnya memahami bahwa kesulitan mereka memiliki dasar neurologis.
Pentingnya Diagnosis yang Tepat
Meskipun ADD tidak lagi digunakan secara resmi, memahami istilah ini tetap penting karena:
- Banyak orang masih mengenali dirinya melalui istilah ADD.
- Membantu menjelaskan mengapa ADHD tidak selalu terlihat hiperaktif.
- Membantu proses penerimaan diri.
Diagnosis yang tepat membantu seseorang mendapatkan dukungan yang sesuai, baik berupa terapi, strategi belajar, maupun penyesuaian lingkungan kerja atau sekolah.
Referensi
ADD vs ADHD: How They Differ in Behavior. (2025)
Romeo J. ADHD: The history of a diagnosis. JSTOR Daily. (2021).
American Psychological Association. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD). (2018)
American Psychiatric Association. What is ADHD?
Centers for Disease Control. Symptoms of ADHD. (2024)