by Endar Suhendar, M.Pd.

ADHD dan Gangguan Ingatan: Bagaimana Memori Terpengaruh dan Cara Mengatasi Forgetfulness

ADHD dan Gangguan Ingatan: Bagaimana Memori Terpengaruh dan Cara Mengatasi Forgetfulness

Pernah lupa janji, jadwal, atau barang yang sebenarnya baru saja dipikirkan? Bagi sebagian orang dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), hal seperti ini bukan sekadar pelupa biasa. ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi cara otak mengatur perhatian, impuls, dan juga memori.

Banyak individu dengan ADHD menyadari bahwa mereka sering lupa tugas sehari-hari, sulit mengikuti instruksi panjang, atau merasa informasi cepat “hilang” dari ingatan. Kondisi ini berkaitan erat dengan cara kerja memori, terutama memori kerja dan memori jangka panjang. Artikel ini akan membahas bagaimana ADHD mempengaruhi ingatan serta strategi yang dapat membantu mengelola kelupaan.

Mengenal ADHD secara Singkat

ADHD diklasifikasikan menjadi tiga subtipe: kurang perhatian, hiperaktif/impulsif, dan kombinasi.

Tipe kurang perhatian

Ditandai dengan kesulitan mempertahankan fokus, mudah terdistraksi, sering kehilangan barang, kesulitan menyelesaikan tugas, dan cenderung membuat kesalahan karena kurang teliti.

Tipe hiperaktif/impulsif

Ditandai dengan perilaku gelisah, sulit diam, sering bertindak tanpa berpikir, menyela pembicaraan, dan kesulitan menunggu giliran.

Tipe kombinasi

Merupakan gabungan dari gejala kurang perhatian dan hiperaktif/impulsif. Individu dengan tipe ini memenuhi kriteria kedua tipe sebelumnya.

Apa Itu Working Memory?

Memori kerja adalah sistem penyimpanan jangka pendek di otak yang berfungsi untuk menahan dan mengolah informasi dalam waktu singkat. Memori ini bekerja saat kita menerima informasi baru, memprosesnya, lalu menentukan apakah informasi tersebut perlu disimpan ke memori jangka panjang.

Fungsi utama memori kerja meliputi:

  • Menata ulang informasi, yaitu menjaga dan mengatur informasi agar tetap relevan.
  • Memperbarui informasi, dengan mengganti informasi lama yang tidak lagi dibutuhkan.
  • Pemrosesan ganda, yaitu mempertahankan informasi sambil melakukan aktivitas lain.

Hubungan ADHD dan Masalah Memori

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80–85% anak dengan ADHD mengalami kesulitan pada memori kerja saat diuji dengan tugas kognitif, dan kesulitan ini sering berlanjut hingga usia dewasa.

Working Memory dan ADHD

Tingkat gangguan pada memori kerja cenderung sejalan dengan tingkat keparahan gejala ADHD. Walaupun tidak semua individu dengan ADHD mengalami masalah memori kerja, gangguan pada area ini sering berkaitan dengan:

  • kurang perhatian
  • impulsivitas
  • hiperaktivitas

Masalah memori kerja dapat berdampak luas, mulai dari prestasi akademik, kemampuan mengatur diri, pengolahan emosi, hingga hubungan sosial. Contoh sederhana peran memori kerja adalah saat seseorang harus mengingat instruksi berurutan, seperti: “Sarapan dulu, lalu masukkan bekal ke tas, kemudian pakai sepatu.”

Memori kerja juga sangat berperan dalam kemampuan membaca, berhitung, dan memahami informasi kompleks

Long-Term Memory

ADHD juga dapat berkaitan dengan kesulitan pada memori jangka panjang. Namun, masalah ini sering kali bukan karena ketidakmampuan mengingat, melainkan karena informasi tidak tersimpan dengan baik sejak awal.

Jika memori kerja tidak bekerja optimal, informasi bisa tersimpan secara tidak terorganisir atau bahkan tidak masuk ke memori jangka panjang sama sekali. Akibatnya, saat dibutuhkan, informasi tersebut sulit diakses kembali.

Perlu dipahami bahwa memori jangka panjang tidak selalu berarti ingatan bertahun-tahun lalu. Informasi yang baru saja diproses melalui memori kerja dan berhasil disimpan pun sudah termasuk memori jangka panjang, misalnya saat diminta menceritakan bagian favorit dari film yang baru selesai ditonton.

ADHD dan Kondisi Lain yang Berkaitan dengan Ingatan

Beberapa gejala kognitif pada ADHD, terutama pada usia di atas 50 tahun, dapat menyerupai gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI), yang sering dianggap sebagai fase awal demensia. Meski terlihat mirip, kedua kondisi ini tidak terbukti memiliki hubungan sebab-akibat langsung.

Jika ADHD dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif di usia lanjut, kemungkinan besar hal tersebut terjadi melalui faktor perilaku, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan zat tertentu yang lebih sering ditemukan pada individu dengan ADHD.

Studi pada tahun 2021 juga menemukan bahwa orang tua dan kakek-nenek dari individu dengan ADHD memiliki risiko lebih tinggi mengalami Alzheimer dan jenis demensia lain, meskipun hubungan ini masih belum sepenuhnya dipahami dan membutuhkan penelitian lanjutan.

Cara Mengelola Forgetfulness pada ADHD

Pengobatan

Obat stimulan telah terbukti membantu mengurangi banyak gejala ADHD. Pada sebagian individu, pengobatan juga dapat membantu meningkatkan fungsi memori kerja dan mengurangi kelupaan.

Alat Bantu Pengorganisasian

Beberapa strategi sederhana yang bisa membantu antara lain:

  • menggunakan kalender fisik atau digital
  • memasang alarm dan pengingat
  • memanfaatkan aplikasi pengorganisasian
  • membuat daftar tugas dan rutinitas
  • menggunakan pengingat visual seperti catatan tempel
  • memvisualisasikan hasil akhir, bukan hanya langkah-langkah kecil

Permainan Memori

Permainan yang melibatkan pengurutan dan pencocokan, seperti permainan memori atau Simon Says, dapat membantu melatih keterampilan memori yang sudah ada.

Repetition

Mengulang informasi, rutinitas, atau instruksi dapat membantu memperkuat ingatan. Pada anak dengan ADHD, meminta mereka mengulangi instruksi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat.

Teknik Mnemonik

Teknik mnemonik melibatkan penggunaan "trik" kecil untuk menghubungkan informasi baru yang dipelajari dengan informasi yang sudah Anda ketahui.

Contoh-contoh mnemonik meliputi:

Pengelompokan informasi : Mengelompokkan informasi yang lebih besar menjadi kelompok informasi yang lebih kecil, seperti format nomor telepon 111-222-3333.

lagu atau irama : Sesuaikan informasi tersebut dengan melodi yang Anda kenal, atau buat melodi sendiri. Pikirkan bagaimana cara kerja jingle.

Akronim : Gunakan huruf pertama untuk membuat akronim yang membantu Anda mengingat keseluruhan frasa, misalnya STOP → Stop, Tarik napas, Observasi, Putuskan.

Akrostik : Membuat kalimat dari huruf awal setiap kata agar membentuk frasa yang bermakna dan mudah diingat. Contoh Urutan operasi matematika (Kurung, Pangkat, Kali, Bagi, Tambah, Kurang) menjadi “Kucing Pintar Kawin Bersama Tikus Kecil”

Bersajak atau Rima : Menggunakan rima atau persamaan bunyi untuk membuat informasi lebih mudah diingat. Contohnya “Tas diambil, buku jangan tertinggal”

Koneksi : Mengaitkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah dikenal agar lebih bermakna. Seperti mengingat nama orang: Rina Ramah, Budi Baik

Metode Loci : Mengaitkan informasi dengan lokasi atau tempat yang familiar, lalu “menjelajahinya” secara mental saat ingin mengingat. Contohnya Mengingat daftar belanja:

  • Pintu rumah → susu
  • Sofa → roti
  • Meja makan → telur
  • Saat ingin mengingat, bayangkan berjalan dari pintu ke ruang tamu hingga dapur

Teknik ini sangat efektif untuk informasi berurutan.

Cara Meningkatkan Daya Ingat 

Hingga saat ini, belum ada metode yang terbukti secara konsisten mampu meningkatkan memori kerja dalam jangka panjang. Aplikasi brain training memang dapat meningkatkan performa pada tugas tertentu, tetapi manfaatnya sering kali terbatas pada latihan itu sendiri.

Namun, sebuah studi tahun 2019 menunjukkan potensi pendekatan pelatihan kognitif yang lebih menyeluruh, menargetkan berbagai fungsi kognitif dan dilakukan secara langsung. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kemampuan kognitif, tetapi juga pada perilaku sehari-hari, prestasi akademik, rasa percaya diri, dan harga diri. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan.

Kesimpulan

Kelupaan pada ADHD bukanlah tanda kemalasan atau kurang usaha. Kondisi ini berkaitan dengan cara otak memproses dan menyimpan informasi. Dengan pemahaman yang tepat, strategi yang sesuai, dan dukungan yang memadai, individu dengan ADHD dapat mengelola tantangan memori dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih efektif.

Referensi

Jones, H. ADHD and Memory Loss. (2025)

Al-Saad MSH, Al-Jabri B, Almarzouki AF. A review of working memory training in the management of attention deficit hyperactivity disorder. Front Behav Neurosci. 2021;15:686873. doi:10.3389/fnbeh.2021.686873

Fosco WD, Kofler MJ, Groves NB, Chan ESM, Raiker JS Jr. Which 'working' components of working memory aren't working in youth with ADHD?. J Abnorm Child Psychol. 2020;48(5):647-660. doi:10.1007/s10802-020-00621-y

Gu C, Liu ZX, Tannock R, Woltering S. Neural processing of working memory in adults with ADHD in a visuospatial change detection task with distractors. PeerJ. 2018;6:e5601. doi:10.7717/peerj.5601

Mukherjee P, Hartanto T, Iosif AM, et al. Neural basis of working memory in ADHD: load versus complexity. Neuroimage Clin. 2021;30:102662. doi:10.1016/j.nicl.2021.102662