by Endar Suhendar, M.Pd.

Akar Kenakalan Remaja : Saat Masalah Kesehatan Mental Tak Tertangani & Peran Kunci "School Well-being"

Apa yang terjadi ketika seorang remaja mengalami tekanan berat—baik dari akademik, perundungan, atau masalah keluarga—namun tidak memiliki saluran bantuan yang tepat?

Seringkali, tekanan emosional yang tidak tertangani ini bermanifestasi menjadi perilaku berisiko tinggi. Inilah yang sering kita labeli sebagai "kenakalan remaja".

Remaja yang mengalami gangguan mental cenderung melakukan perilaku berisiko sebagai cara "melarikan diri" atau mengatasi tekanan emosional mereka. Ini bisa termasuk penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, seks bebas, atau keterlibatan dalam tindakan kekerasan.

Pada intinya, banyak kasus kenakalan remaja adalah "teriakan minta tolong" (cry for help) dari masalah kesehatan mental yang terabaikan.

Di sinilah peran institusi pendidikan menjadi sangat krusial. Sekolah adalah tempat remaja menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Oleh karena itu, konsep School Well-being (Kesejahteraan Sekolah) harus menjadi prioritas.

School well-being adalah komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aman dan suportif secara psikologis. Ini dapat diwujudkan melalui:

  1. Edukasi & Deteksi Dini: Memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental dan cara mengenali gejala awal depresi atau kecemasan.
  2. Mengurangi Stigma: Membangun budaya sekolah di mana mencari bantuan konselor atau psikolog adalah hal yang normal dan berani, bukan aib.
  3. Akses Bantuan Profesional: Mempermudah akses siswa ke konselor sekolah atau psikolog yang kompeten.

Sekolah tidak bisa lagi fokus hanya pada nilai. Kesejahteraan mental siswa adalah fondasi dari segala pencapaian akademik dan karakter yang akan mereka bawa di masa depan.