Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Mengidap ADHD? Ini 10 Tandanya
Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Mengidap ADHD? Ini 10 Tandanya
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tidak hanya dialami oleh anak-anak. Banyak orang baru menyadari kemungkinan ADHD ketika sudah remaja atau dewasa. Kondisi ini umumnya ditandai oleh pola kurang perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang menetap dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Secara klinis, ADHD dapat muncul dalam tiga bentuk presentasi utama, yaitu:
- ADHD dengan dominasi kurang perhatian (ADHD-I)
- ADHD dengan dominasi hiperaktif-impulsif (ADHD-HI)
- ADHD presentasi gabungan (ADHD-C), yaitu kombinasi dari keduanya
Untuk membantu mengenali gejala, terdapat Skala Laporan Diri ADHD 18 item (ASRS v1.1) yang berisi sembilan pertanyaan tentang kurang perhatian dan sembilan pertanyaan tentang hiperaktivitas-impulsivitas. Tes mandiri ini sering digunakan sebagai langkah awal skrining, meskipun tidak dapat menggantikan diagnosis resmi dari tenaga profesional.
Berikut 10 Tanda Umum yang Sering Dialami Oleh Penderita ADHD.
1. Kamu Sering Merasa Gelisah
Gelisah merupakan salah satu gejala utama ADHD, terutama pada tipe hiperaktif-impulsif. Pada orang dewasa, kegelisahan sering muncul dalam bentuk sulit diam, mengetuk tangan atau kaki, sering mengubah posisi duduk, atau merasa tidak tenang meskipun sedang tidak melakukan aktivitas berat.
2. Kesulitan Mengatur dan Mengorganisasi
Jika kamu sering kewalahan mengatur tugas, jadwal, atau aktivitas sehari-hari, ini bisa berkaitan dengan gejala kurang perhatian. Kesulitan organisasi sering dipicu oleh masalah fokus dan ketekunan yang rendah.
3. Sering Terlambat
Banyak individu dengan ADHD mengalami gangguan persepsi waktu. Mereka bisa kehilangan jejak waktu, sulit memperkirakan durasi aktivitas, dan akhirnya sering datang terlambat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan ADHD juga mengalami kesulitan dalam manajemen waktu.
4. Orang Lain Menganggap Kamu Pelupa
Sering salah menaruh barang, lupa janji, atau melewatkan kewajiban adalah keluhan yang umum. Secara ilmiah, kondisi ini berkaitan dengan defisit memori kerja, yang merupakan salah satu aspek kognitif yang terdampak pada ADHD.
5. Dianggap Tidak Mendengarkan
Penderita ADHD sering tampak tidak menyimak saat diajak bicara. Selain itu, berbicara berlebihan atau menyela pembicaraan orang lain juga merupakan ciri impulsivitas. Pemrosesan informasi verbal yang lebih lambat turut berkontribusi pada kesan “tidak mendengarkan”.
6. Sulit Berkonsentrasi
Kesulitan mempertahankan fokus, terutama pada tugas yang membosankan atau berulang, merupakan ciri khas ADHD. Hal ini sering menyebabkan kesalahan ceroboh dan membuat seseorang mudah terdistraksi oleh stimulus kecil.
7. Banyak Tugas yang Tidak Pernah Selesai
Sering memulai sesuatu dengan semangat, tetapi kesulitan menyelesaikannya, juga merupakan tanda ADHD. Gangguan perhatian membuat proyek jangka panjang terasa sangat berat untuk dituntaskan.
8. Sulit Menahan Diri Untuk Tidak Langsung Bereaksi
Impulsivitas dapat terlihat dari kebiasaan menyela, sulit menunggu giliran, atau bertindak tanpa mempertimbangkan risiko. Pada beberapa orang, kurangnya kontrol impuls juga dapat meningkatkan kecenderungan mengambil keputusan berisiko.
9. Kesulitan Mengatur Emosi
Disregulasi emosi merupakan gejala inti ADHD yang sering kurang disadari. Mudah tersinggung, ledakan emosi, kemarahan yang sulit dikendalikan, atau perubahan suasana hati yang cepat bisa menjadi bagian dari ADHD.
10. Memiliki Riwayat Masalah Perilaku Sejak Kecil
Menurut kriteria DSM-5, orang dewasa yang didiagnosis ADHD umumnya telah menunjukkan gejala sebelum usia 12 tahun, meskipun saat itu belum terdiagnosis secara resmi.
ADHD pada Orang Dewasa dan Proses Diagnosis
Bagi orang dewasa yang mencurigai dirinya mengidap ADHD, tes mandiri daring seperti tes ADHD dapat menjadi langkah awal untuk mengenali pola gejala. Namun, diagnosis resmi hanya dapat ditegakkan oleh tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental.
Berdasarkan DSM-5, diagnosis ADHD pada orang dewasa (usia di atas 17 tahun) memerlukan minimal lima gejala kurang perhatian dan/atau lima gejala hiperaktivitas-impulsivitas yang berlangsung setidaknya selama enam bulan dan berdampak nyata pada fungsi kehidupan.
Penutup
Mengenali tanda-tanda ADHD bukan untuk memberi label, melainkan untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik. Jika berbagai gejala di atas terasa relevan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional adalah langkah yang bijak. Dengan penanganan yang tepat, ADHD dapat dikelola sehingga kualitas hidup tetap optimal.
Referensi
Bergland, C. How Do You Know If You Have ADHD? 10 Ways to Tell
Adler LA, Faraone SV, Sarocco P, Atkins N, Khachatryan A. Establishing US norms for the Adult ADHD Self-Report Scale (ASRS-v1.1) and characterising symptom burden among adults with self-reported ADHD. Int J Clin Pract. 2019;73(1):e13260. doi:10.1111/ijcp.13260
de la Peña IC, Pan MC, Thai CG, Alisso T. Attention-deficit/hyperactivity disorder predominantly inattentive subtype/presentation: Research progress and translational studies. Brain Sciences. 2020;10(5):292. doi:10.3390/brainsci10050292
Canela C, Buadze A, Dube A, Eich D, Liebrenz M. Skills and compensation strategies in adult ADHD – A qualitative study. Chao L, ed. PLoS ONE. 2017;12(9):e0184964. doi:10.1371/journal.pone.0184964
Durand G, Arbone IS, Wharton M. Reduced organizational skills in adults with ADHD are due to deficits in persistence, not in strategies. PeerJ. 2020;8:e9844. doi:10.7717/peerj.9844