Pengaruh Internet Addiction Terhadap Gangguan Kecemasan
Pengaruh Internet Addiction Terhadap Gangguan Kecemasan
Di era serba digital, internet sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Namun, ketika penggunaan berubah menjadi kecanduan internet, dampaknya tidak hanya pada waktu yang terbuang, tetapi juga pada kesehatan mental di era digital, terutama munculnya gangguan kecemasan. Banyak orang tidak menyadari bahwa overthinking karena media sosial, screen time berlebihan, dan kebiasaan scrolling tanpa henti dapat memicu stres emosional yang perlahan menumpuk.
Artikel ini membahas internet addiction terhadap gangguan kecemasan serta bagaimana cara mengembalikan kontrol penggunaan internet agar kesehatan mental tetap terjaga.
Apa Itu Internet Addiction dan Mengapa Berbahaya?
Definisi Kecanduan Internet
Internet addiction adalah bentuk kecanduan perilaku ketika seseorang merasa sangat sulit melepaskan diri dari penggunaan internet atau ponsel, hingga kebiasaan tersebut mulai menimbulkan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Ciri utamanya terlihat saat seseorang merasa gelisah ketika tidak online, terus terdorong untuk mengecek notifikasi, serta mengalami pola penggunaan berlebihan yang sulit dikontrol. Meskipun kondisi ini belum diakui secara resmi sebagai gangguan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), pola perilakunya sangat mirip dengan kecanduan perilaku lain seperti judi.
Internet dan smartphone dirancang untuk sulit ditinggalkan: bunyi notifikasi, getaran, infinite scrolling, serta konten yang dipersonalisasi memberi kepuasan instan yang membuat otak terus ingin kembali. Inilah yang membuat banyak orang tanpa sadar terjebak dalam siklus penggunaan berulang, bukan karena kebutuhan, tetapi karena dorongan kebiasaan yang semakin menguat.
Dampak Screen Time Berlebihan pada Psikologis
Screen time berlebihan membuat otak terus menerima rangsangan cepat tanpa jeda. Paparan informasi yang konstan ini membuat pikiran sulit tenang, meningkatkan ketegangan, dan menurunkan kemampuan fokus.
Baca Juga: Kesehatan Mental di Era Digital: Tantangan dan Cara Menjaganya
Bagaimana Internet Addiction Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Kecemasan
Ketergantungan Internet dan Kecemasan yang Semakin Parah
Riset menunjukkan bahwa individu dengan kecanduan internet memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi dibandingkan mereka yang tidak kecanduan. Penggunaan internet yang berlebihan dapat memicu respons emosional negatif, termasuk perasaan gelisah saat jauh dari ponsel atau akun media sosial.
Penelitian klinis pada mahasiswa juga menemukan hubungan kuat antara adiksi internet dan gejala gangguan kecemasan menyeluruh, memperlihatkan bahwa semakin tinggi ketergantungan terhadap internet, semakin besar kemungkinan mengalami kecemasan yang konsisten dan mengganggu keseharian.
Paparan Internet Berlebihan Membentuk Pola Kecemasan
Kecanduan internet sering memengaruhi otak dan emosional secara langsung. Screen time yang panjang dan terus-menerus memicu ketergantungan dopamin, hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan reward, sehingga otak mencari stimulus digital yang sama berulang kali, yang sering menimbulkan kecemasan jika tidak terpenuhi.
Hal ini dapat menciptakan lingkaran setan: saat seseorang merasa cemas atau sedih, mereka kembali ke internet untuk “melarikan diri”, tetapi perilaku ini justru memperparah kecemasan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dampak Konten Short-Form Terhadap Attention Span Generasi Muda
Kesehatan Mental di Era Digital: Perlu Kontrol Penggunaan Internet
Pentingnya Digital Detox untuk Kesehatan Mental
Melakukan digital detox untuk kesehatan mental membantu otak mendapatkan waktu istirahat dari paparan layar. Membatasi waktu online secara sadar dapat menurunkan ketegangan emosional.
Mengembalikan Kontrol Penggunaan Internet
Mengatur jadwal penggunaan ponsel, mematikan notifikasi yang tidak penting, dan menyediakan waktu tanpa gadget adalah langkah awal untuk mengurangi kecanduan.
Baca Juga: Strategi Menjaga Kesehatan Mental Karyawan di Dunia Kerja
Kenali Tingkat Ketergantungan Internet dengan Jatidiri
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan online mereka sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan. Di sinilah peran asesmen psikologi menjadi penting.
Jatidiri adalah layanan psikologi berbasis digital yang menghadirkan berbagai asesmen psikologis praktis, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Platform ini membantu pengguna memahami kondisi mental, potensi diri, serta pola perilaku mereka melalui alat tes yang dikembangkan secara psikologis dan disertai interpretasi yang jelas. Dengan pendekatan yang sederhana namun terukur, Jatidiri memudahkan siapa pun untuk mulai mengenali dirinya lebih dalam sebelum melangkah ke tahap konsultasi profesional bila diperlukan.
Salah satu alat asesmen dari Jatidiri adalah Jatidiri Kendali, tes psikologis yang dirancang untuk mengukur tingkat ketergantungan kamu pada internet. Hasil tes ini tidak hanya menunjukkan seberapa besar pengaruh internet dalam hidupmu, tetapi juga memberikan saran praktis untuk memperbaiki kebiasaan online.
Dengan mengetahui kondisi diri secara objektif, kamu bisa mengambil langkah yang tepat sebelum kecemasan semakin mengganggu.
Mulai Jaga Kesehatan Mentalmu dari Sekarang
Jika kamu merasa mulai sulit lepas dari ponsel, sering overthinking setelah membuka media sosial, atau merasa cemas tanpa sebab yang jelas, ini saatnya mengevaluasi kebiasaan digitalmu.
Kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu melalui WhatsApp di +62 851-4239-8721.
Atau langsung akses tes Jatidiri Kendali melalui website: https://jatidiri.app maupun aplikasi mobile yang tersedia di Google Play Store.
Mengurangi kecanduan internet bukan tentang berhenti total, tetapi tentang mengembalikan kendali atas dirimu sendiri.
Referensi
Bottaro, Angelica. “What Are the Signs of Phone Addiction?” Verywell Health, updated 9 Oct. 2025, www.verywellhealth.com/phone-addiction-5218743. Diakses 13 Feb. 2026.
Doe, Emily, dan Leigh Morgan. “Internet Addiction and Mental Health.” MentalHealth.com, 27 May 2025, www.mentalhealth.com/library/internet-addiction. Diakses 13 Feb. 2026.