by Endar Suhendar, M.Pd.

Empati di Tempat Kerja: Keterampilan Paling Penting untuk Kolaborasi Tim di Tahun 2025

Empati di Tempat Kerja: Keterampilan Paling Penting untuk Kolaborasi Tim di Tahun 2025

Dunia kerja terus berubah, terutama setelah kita terbiasa dengan sistem kerja yang lebih fleksibel dan serba digital. Di tengah tuntutan target dan kecepatan, satu keterampilan justru semakin dibutuhkan: empati. Bukan hanya soal bersikap baik, empati di tempat kerja menjadi fondasi penting untuk membangun kolaborasi tim yang sehat dan produktif di tahun 2025.

Apa Itu Empati dan Mengapa Penting di Tempat Kerja?

Memahami Empati secara Sederhana

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan, sudut pandang, dan kondisi orang lain, lalu meresponsnya dengan sikap yang tepat. Dalam konteks kerja, empati membantu kita melihat rekan kerja bukan sekadar sebagai “rekan satu tim”, tetapi sebagai manusia dengan emosi, tekanan, dan tantangan masing-masing.

Pentingnya Empati di Tempat Kerja

Di dunia kerja yang terus berubah, perusahaan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mengejar target, tetapi juga mampu membawa timnya tetap solid di berbagai situasi. Karena itu, pengembangan kepemimpinan tidak lagi cukup mengandalkan cara lama, melainkan perlu menekankan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan saat ini.

Salah satu keterampilan penting tersebut adalah empati. Kepemimpinan yang empatik berarti mampu memahami perasaan, kebutuhan, dan sudut pandang orang lain. Meski sering dianggap sebagai “keterampilan tambahan”, empati justru membantu pemimpin bekerja lebih efektif dengan tim yang beragam dan membangun kerja sama yang lebih sehat di tempat kerja.

Peran Empati dalam Kerja Tim dan Kolaborasi

Empati dalam Kerja Tim

Empati dalam kerja tim memungkinkan anggota tim saling mendengarkan dan memahami tanpa cepat menghakimi. Hal ini membuat setiap orang merasa dihargai dan lebih berani menyampaikan ide maupun pendapat. Tim yang empatik cenderung lebih solid dan mampu menghadapi tekanan bersama.

Empati sebagai Kunci Kolaborasi Tim

Kolaborasi tim yang efektif tidak hanya bergantung pada keahlian teknis, tetapi juga pada kualitas hubungan antaranggota. Dengan empati, perbedaan pendapat dapat dikelola secara sehat, dan kerja sama dapat berjalan dengan lebih terbuka serta saling mendukung. Dalam praktik sehari-hari, empati di tempat kerja bisa ditunjukkan melalui beberapa cara sederhana

1. Peka terhadap tanda kelelahan kerja (burnout)

Pemimpin yang empatik mampu mengenali ketika anggota tim mulai kelelahan secara fisik maupun mental. Dengan rutin mengecek kondisi dan beban kerja, pemimpin dapat membantu mencegah stres berkepanjangan yang berisiko menurunkan produktivitas atau membuat karyawan ingin keluar dari pekerjaannya.

2. Memberi dukungan saat tim mengalami kesulitan

Pemimpin memahami bahwa karyawan memiliki kehidupan di luar pekerjaan yang kadang mempengaruhimemengaruhi kinerja. Dengan membuka komunikasi yang aman dan tanpa menghakimi, karyawan merasa lebih dihargai dan berani menyampaikan kendala yang mereka hadapi.

3. Menunjukkan kepedulian pada kebutuhan dan tujuan pribadi anggota tim

Ketika pemimpin mengenal tujuan, minat, dan potensi timnya, pembagian tugas bisa dilakukan dengan lebih tepat. Hal ini membantu meningkatkan kepuasan kerja sekaligus mendorong keterlibatan yang lebih tinggi.

4. Bersikap manusiawi saat anggota tim mengalami musibah atau kehilangan 

Respons yang penuh pengertian pada situasi pribadi menunjukkan bahwa hubungan kerja tidak hanya soal target, tetapi juga soal rasa saling peduli dan menghargai.

5. Menjaga keseimbangan antara empati dan tanggung jawab

Meskipun empati penting, pemimpin tetap perlu menetapkan batas yang jelas dan menjaga standar kerja. Setiap situasi membutuhkan pendekatan yang berbeda, dan kemampuan menyesuaikan empati secara proporsional akan berkembang melalui pengalaman.

Mengembangkan Empati dengan Bantuan Layanan Psikologi

Dukungan dari Biro Psikologi Online dan Offline

Tidak semua orang terbiasa mengekspresikan empati, terutama di lingkungan kerja yang kompetitif. Di sinilah layanan psikologi dapat membantu. Melalui biro psikologi offline maupun biro psikologi online, individu dan tim dapat belajar membangun komunikasi empatik, memahami emosi, serta mengelola konflik dengan lebih sehat.

Jati Diri: Aplikasi Layanan Psikologi di Cimahi dan Bandung

Sebagai aplikasi layanan psikologi yang berbasis di Cimahi dan melayani wilayah Bandung, Jati Diri hadir untuk mendampingi individu dan organisasi dalam membangun empati di tempat kerja. Melalui Jati Diri, pengguna dapat mengakses dukungan psikolog profesional secara fleksibel untuk mengembangkan empati, memperkuat kerja tim, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Di tahun 2025, empati bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam dunia kerja. Empati di tempat kerja membantu membangun kolaborasi tim yang kuat, mendukung kepemimpinan empatik, dan menjaga kesehatan mental bersama. Dengan kesadaran diri, kemauan untuk memahami orang lain, serta dukungan layanan psikologi seperti Jati Diri, lingkungan kerja yang produktif dan manusiawi bukanlah hal yang mustahil.

Referensi

Center for Creative Leadership. (2025, April 28). Empathy in the workplace: A tool for effective leadership. Center for Creative Leadership. https://www.ccl.org/articles/leading-effectively-articles/empathy-in-the-workplace-a-tool-for-effective-leadership/

NeuroLeadership Institute. (n.d.). The importance of empathy in the workplace. NeuroLeadership Institute. https://individuals.neuroleadership.com/importance-of-empathy-in-workplace