Overthinking Holic: Kepikiran Terus, Capek Sendiri, tapi Tidak Ada Ujungnya
Overthinking Holic: Kepikiran Terus, Capek Sendiri, tapi Tidak Ada Ujungnya.
Pernah merasa capek bukan karena kerja fisik, tapi karena pikiran tidak berhenti muter terus? baru satu masalah selesai, muncul seribu pikiran lain. Mau tidur, tapi otak malah sibuk mengulangi kejadian hari ini. Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami yang sering disebut sebagai overthinking holic. Meskipun terdengar seperti istilah gaul, overthinking adalah kondisi yang nyata dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Apa itu Overthinking Holic?
Definisi Overthinking Holic
Kata overthinking berarti berpikir terlalu banyak sedangkan holic menggambarkan kecenderungan yang berulang atau seperti kebiasaan. Overthinking holic artinya kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan terus menerus sampai sulit berhenti, walaupun sebenarnya tidak selalu menghasilkan solusi. Dalam psikologi, overthinking holic bukan istilah medis atau diagnosa, tapi digunakan untuk menggambarkan kebiasaan berpikir berlebihan bahkan pada hal-hal kecil. Pikiran terus mencari jawaban, tapi justru membuat kita semakin lelah.
Pola Cognitive Repetitive Thinking
Secara ilmiah, overthinking sering dikaitkan dengan:
- Rumination yaitu memikirkan kesalahan atau kejadian masa lalu berulang-ulang
- Worry yaitu kekhawatiran berlebihan tentang masa depan
Keduanya termasuk pada pola cognitive repetitive thinking atau pikiran berulang. Dalam Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang dikembangkan oleh Aaron T. Beck (1976), dijelaskan bahwa cara seseorang berpikir sangat mempengaruhi perasaan dan perilakunya. Overthinking muncul bukan karena masalahnya terlalu besar, tetapi karena pola pikir yang terus berulang dan tidak disadari. CBT melihat overthinking sebagai hasil dari distorsi kognitif, yaitu cara berpikir yang tidak seimbang atau tidak realistis.
Daftar Pustaka
Eisma, M. C., all. (2022). Rumination, worry and negative and positive affect in prolonged grief. Clinical Psychology and Psychotherapy, 29(1), 299-312. DOI: 10.1002/cpp.2635
Beck, A. T. (1976). Cognitive Therapy and the Emotional Disorders. New York: International Universities Press