by Endar Suhendar, M.Pd.

Gangguan Bipolar: Penjelasan Lengkap yang Perlu Anda Ketahui

Gangguan Bipolar: Penjelasan Lengkap yang Perlu Anda Ketahui

Gangguan bipolar adalah kelompok gangguan kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati, tingkat energi, dan perilaku yang terjadi secara ekstrem. Kondisi ini sebelumnya dikenal dengan istilah depresi manik. Perubahan suasana hati pada gangguan bipolar dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu dan sering kali mengganggu fungsi sehari-hari, seperti pekerjaan, pendidikan, serta hubungan sosial.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh mengenai pengertian gangguan bipolar, jenis-jenisnya, gejala, penyebab, proses diagnosis, hingga pilihan pengobatan dan cara menjalani hidup dengan kondisi ini.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Gangguan bipolar diperkirakan mempengaruhi sekitar 4,4% orang dewasa di Amerika Serikat setidaknya sekali dalam hidup mereka. Kondisi ini ditandai dengan munculnya episode emosional ekstrem yang disebut episode manik (atau hipomanik) dan episode depresi. Setiap episode dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Episode pada Gangguan Bipolar

Manic Episodes

Episode manik adalah fase ketika suasana hati dan energi meningkat secara signifikan selama minimal satu minggu. Pada fase ini, seseorang dapat merasa sangat bahagia, gelisah, mudah terstimulasi, serta hanya membutuhkan sedikit tidur.

Pada kasus yang jarang namun berat, episode manik dapat disertai dengan halusinasi atau delusi. Selain itu, terdapat juga episode hipomania, yaitu bentuk manik yang lebih ringan dan berlangsung minimal empat hari.

Depressive Episodes

Episode depresi mayor berlangsung setidaknya dua minggu dan ditandai dengan perasaan sedih mendalam, putus asa, kehilangan energi, serta menurunnya minat terhadap aktivitas sehari-hari. Pada kondisi yang parah, seseorang dapat mengalami pikiran tentang kematian atau bunuh diri, bahkan halusinasi atau delusi.

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar diklasifikasikan menjadi empat jenis utama, yaitu:

1. Gangguan Bipolar Tipe 1

Ditandai dengan episode manik yang berlangsung minimal satu minggu atau cukup berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Umumnya disertai episode depresi, dan terkadang muncul episode campuran (gejala manik dan depresi secara bersamaan).

2. Gangguan Bipolar Tipe 2

Ditandai oleh setidaknya satu episode depresi mayor dan satu episode hipomania, tanpa pernah mengalami episode manik penuh. Penderita bipolar tipe 2 sering memiliki kondisi mental lain, seperti gangguan kecemasan.

3. Gangguan Siklotimik (Siklotimia)

Merupakan bentuk bipolar yang lebih ringan, dengan perubahan suasana hati kronis antara depresi ringan dan hipomania. Gejalanya tidak cukup berat untuk memenuhi kriteria episode depresi mayor atau hipomania klinis.

4. Gangguan Bipolar Tidak Spesifik

Terjadi ketika seseorang mengalami fluktuasi suasana hati ekstrem, tetapi tidak memenuhi kriteria lengkap bipolar tipe 1 atau tipe 2. Meski demikian, gejala tetap berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Gejala Gangguan Bipolar

Gejala utama gangguan bipolar meliputi perubahan drastis pada suasana hati, emosi, tingkat energi, dan perilaku. Perubahan ini sering disadari oleh orang di sekitar dan mempengaruhi fungsi sosial, akademik, maupun pekerjaan.

Gejala Episode Manik

  • Perasaan sangat gembira atau mudah tersinggung
  • Pikiran berpacu dan sulit dikendalikan
  • Berbicara cepat atau berlebihan
  • Mudah teralihkan
  • Kebutuhan tidur berkurang
  • Perilaku impulsif dan berisiko
  • Peningkatan aktivitas atau kegelisahan

Gejala Episode Depresi

  • Perasaan sedih, putus asa, atau cemas berlebihan
  • Kehilangan energi dan motivasi
  • Gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kehilangan minat pada aktivitas
  • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Penyebab Gangguan Bipolar

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan bipolar belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli sepakat bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor berikut:

Faktor Genetik

Gangguan bipolar cenderung diturunkan dalam keluarga. Individu yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan bipolar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

Kimia dan Struktur Otak

Penelitian pencitraan otak menunjukkan adanya perbedaan struktur dan fungsi otak pada penderita bipolar, termasuk ukuran struktur subkortikal dan ketebalan korteks. Ketidakseimbangan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin juga berperan.

Faktor Lingkungan

Peristiwa hidup yang penuh tekanan atau traumatis, seperti kehilangan orang terdekat, perceraian, persalinan, penyalahgunaan zat, atau cedera kepala, dapat memicu munculnya episode bipolar.

Diagnosis Gangguan Bipolar

Diagnosis gangguan bipolar dilakukan melalui wawancara medis dan evaluasi kesehatan mental oleh tenaga profesional, seperti psikiater atau psikolog. Proses ini mengacu pada Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5).

Pemeriksaan fisik dan tes penunjang juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kondisi medis lain, seperti gangguan tiroid atau gangguan penggunaan zat.

Pengobatan Gangguan Bipolar

Penanganan gangguan bipolar biasanya melibatkan kombinasi beberapa pendekatan berikut:

Obat-obatan

  • Penstabil suasana hati (misalnya litium)
  • Antipsikotik atipikal
  • Antidepresan (digunakan dengan hati-hati dan biasanya dikombinasikan dengan penstabil suasana hati)
     

Psikoterapi

Terapi bicara, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), membantu individu mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang memicu episode suasana hati.

Perubahan Gaya Hidup

  • Olahraga teratur
  • Tidur yang cukup dan teratur
  • Teknik relaksasi seperti meditasi
  • Pola makan seimbang
  • Menghindari alkohol, rokok, dan narkoba

Hidup dengan Gangguan Bipolar

Menjalani hidup dengan gangguan bipolar membutuhkan dukungan dan manajemen jangka panjang. Beberapa strategi yang membantu antara lain:

  • Menjaga rutinitas harian
  • Memiliki sistem dukungan dari keluarga dan teman
  • Mengikuti rencana pengobatan secara konsisten
  • Mencatat gejala dan pemicu suasana hati
  • Bergabung dengan kelompok dukungan

Penutup

Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem antara episode manik dan depresi. Kondisi ini dapat berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial, dan profesional seseorang. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang komprehensif, penderita gangguan bipolar tetap dapat menjalani hidup yang produktif dan bermakna.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada gangguan bipolar, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Referensi 

Gurarie, M. Bipolar Disorder Explained: Everything You Need to Know. (2024)

American Psychiatric Association. What are bipolar disorders? (2024)

MedlinePlus. Bipolar disorder. (2021)

Rowland TA, Marwaha S. Epidemiology and risk factors for bipolar disorder. Ther Adv Psychopharmacol. 2018 26;8(9):251-269. doi:10.1177/2045125318769235.

Abé C, Liberg B, Klahn AL, Petrovic P, Landén M. Mania-related effects on structural brain changes in bipolar disorder – a narrative review of the evidence. Mol Psychiatry. 2023;28(7):2674-2682. doi:10.1038/s41380-023-02073-4