by Endar Suhendar, M.Pd.

Ketika Merasa Belum Cukup: Tips Mengatasi Imposter Syndrome di Sekolah atau Karier

Ketika Merasa Belum Cukup: Tips Mengatasi Imposter Syndrome di Sekolah atau Karier

Pernah merasa pencapaian yang diraih hanyalah “kebetulan”, takut dianggap tidak kompeten, atau merasa tidak sepintar orang lain meski sudah berusaha keras? Perasaan merasa tidak cukup ini sering kali bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena imposter syndrome. Fenomena ini banyak dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga profesional di dunia kerja, dan jika dibiarkan dapat berdampak pada kesehatan mental serta kepercayaan diri.

Artikel ini akan membahas tips mengatasi imposter syndrome, baik di sekolah maupun di dunia karier.

Apa Itu Imposter Syndrome?

Memahami Imposter Syndrome

Imposter syndrome adalah kondisi psikologis ketika seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri dan merasa tidak pantas atas pencapaian yang dimiliki. Individu dengan imposter syndrome sering mengaitkan keberhasilannya dengan faktor eksternal seperti keberuntungan, bukan kemampuan.

Kondisi ini tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang bisa tampak berprestasi, aktif, dan kompeten, namun di dalam dirinya terus merasa “tidak cukup”.

Imposter Syndrome di Sekolah dan Kampus

Imposter Syndrome di Sekolah

Imposter syndrome di sekolah sering dialami oleh siswa yang:

  • Merasa tertinggal dibanding teman sekelas
  • Takut dianggap bodoh ketika bertanya
  • Tertekan oleh nilai dan ekspektasi orang tua

Akibatnya, siswa menjadi cemas, menarik diri, atau justru memaksakan diri secara berlebihan.

Imposter Syndrome di Kampus

Pada mahasiswa, imposter syndrome muncul dalam bentuk:

  • Merasa tidak sepintar teman satu jurusan
  • Takut tidak layak berada di kampus tertentu
  • Merasa prestasi akademik belum cukup baik

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar dan menghambat potensi akademik.

Imposter Syndrome di Dunia Karier

Tekanan Profesional dan Rasa Tidak Pantas

Imposter syndrome di dunia karier banyak dialami oleh karyawan baru, profesional muda, hingga individu yang baru mendapat promosi. Gejalanya antara lain:

  • Takut membuat kesalahan
  • Merasa tidak layak dengan posisi saat ini
  • Selalu membandingkan diri dengan rekan kerja

Dalam jangka panjang, imposter syndrome dapat menyebabkan burnout, stres kerja, dan menurunnya performa.

Tips Mengatasi Imposter Syndrome Secara Sehat

Sadari dan Validasi Perasaan

Langkah awal dalam tips mengatasi imposter syndrome adalah menyadari bahwa perasaan tersebut nyata dan umum dialami banyak orang. Mengakui emosi tanpa menghakimi diri sendiri adalah bentuk kepedulian pada kesehatan mental.

Fokus pada Proses, Bukan Perbandingan

Setiap individu memiliki perjalanan yang berbeda. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain hanya akan memperkuat rasa tidak cukup. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri dan proses belajar yang sedang dijalani.

Bangun Kepercayaan Diri Secara Bertahap

Membangun kepercayaan diri tidak terjadi dalam semalam. Mulailah dengan:

  • Mengenali kelebihan dan kekuatan diri
  • Menghargai usaha, bukan hanya hasil
  • Berani meminta bantuan saat dibutuhkan

Pendekatan ini membantu individu melihat dirinya secara lebih objektif.

Peran Layanan Konseling Online dalam Mengatasi Imposter Syndrome

Mengapa Konseling Penting?

Imposter syndrome sering berakar pada pola pikir, pengalaman masa lalu, dan tekanan lingkungan. Melalui layanan konseling online, individu dapat:

  • Memahami sumber keraguan diri
  • Mengelola kecemasan dan overthinking
  • Menyusun strategi pengembangan diri yang sehat

Pendampingan profesional membuat proses pemulihan lebih terarah dan berkelanjutan.

Jatidiri: Solusi Konseling untuk Sekolah, Kampus, dan Dunia Kerja

Paket Jatidiri Sekolah

Jatidiri Sekolah dirancang khusus untuk siswa guna mengetahui:

  • Kesehatan mental,
  • Kemampuan dan kecerdasan,
  • Potensi belajar dan pengembangan diri,
  • dan masih banyak aspek lainnya.

Selengkapnya di https://jatidiri.app/program/jatidiri-sekolah 

Paket ini membantu sekolah dan siswa mengenali tantangan psikologis sejak dini, termasuk imposter syndrome.

Paket Jatidiri Kampus

Jatidiri Kampus membantu mahasiswa memahami:

  • Kondisi kesehatan mental
  • Pola pikir dan kemampuan akademik
  • Potensi diri untuk masa depan
  • dan masih banyak aspek lainnya.

Selengkapnya di https://jatidiri.app/program/jatidiri-kampus 

Pendekatan ini sangat relevan bagi mahasiswa yang merasa tidak cukup atau ragu dengan kemampuannya.

Paket Jatidiri Corporate

Untuk dunia kerja, Jatidiri Corporate hadir membantu karyawan dan perusahaan dalam:

  • Memetakan kesehatan mental karyawan,
  • Mengukur kemampuan dan kecerdasan,
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan performa kerja,
  • dan masih banyak aspek lainnya.

Selengkapnya di https://jatidiri.app/program/jatidiri-corporate 

Solusi ini mendukung lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Saatnya Berhenti Meragukan Diri dan Mulai Mengenal Diri

Merasa belum cukup bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa kamu sedang bertumbuh. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan profesional, dan lingkungan yang sehat, imposter syndrome dapat dikelola dan diatasi.

Karena setiap individu layak merasa cukup, mampu, dan percaya pada dirinya sendiri.