by Endar Suhendar, M.Pd.

Apa Itu Worry dan Rumination?

Apa Itu Worry dan Rumination?

Overthinking sering muncul dalam dua bentuk yang hampir mirip, yaitu worry dan rumination. Meskipun keduanya termasuk pola berpikir negatif yang berulang dan sering mengganggu kesejahteraan mental, ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami terutama karena cara kerja dan dampaknya bisa berbeda.

Worry adalah bentuk berpikir berulang yang fokus pada masa depan kekhawatiran tentang hal-hal yang mungkin terjadi, terutama yang berpotensi negatif. Worry sering terlihat pada kondisi kecemasan seperti Generalized Anxiety Disorder (GAD) dan Rumination. Di sisi lain, lebih berkaitan dengan masa lalu yaitu mengulang-ulang pikiran tentang pengalaman negatif, kesalahan, atau hal yang sudah terjadi, tanpa menghasilkan solusi. Ini sering dikaitkan dengan suasana hati yang rendah atau depresi.

Persamaan Worry dan Rumination

Walaupun fokusnya berbeda, worry dan rumination memiliki banyak persamaan penting, seperti 

1. Keduanya Termasuk dalam Repetitive Negative Thinking (RNT)

Mengacu pada pola pikir negatif yang berulang, sulit dikontrol, serta memunculkan emosi negatif yang berkepanjangan.

2. Berkontribusi pada Masalah Psikologis

Baik worry maupun rumination telah terbukti terkait kuat dengan gejala kecemasan maupun depresi, serta dapat memperburuk kondisi seseorang jika dibiarkan terus berulang.

3. Dampak Emosional yang Mirip

Kedua proses ini cenderung meningkatkan emosi negatif dan mengurangi pengalaman positif, serta memperkuat pola berpikir maladaptif.

Perbedaan Worry dan Rumination

Meskipun banyak persamaan, ada perbedaan konsep dan fungsi yang penting untuk digarisbawahi, seperti:

1. Fokus Waktu 

Worry: terutama tentang masa depan dan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi

Rumination: berpusat pada masa lalu, seperti pengalaman negatif, kegagalan atau kesalahan.

2. Kaitan dengan Gangguan Mental

Worry: sering ditemukan dominan pada gangguan kecemasan (anxiety disorders)

Rumination: lebih sering dikaitkan dengan depresi atau suasana hati yang rendah

3. Fokus Emosional

Worry: sering menimbulkan ketakutan, kecemasan, dan ketegangan saat membayangkan masa depan.

Rumination: cenderung memicu kesedihan, penyesalan, dan refleksi negatif terhadap kejadian yang sudah lewat.

DAPUS

Hanjoo, K., & Michelle, G Newman. (2023). Worry and rumination enhance a positive emotional contrast based on the framework of the Contrast Avoidance Model. Doi: org/10.1016/j.janxdis.2023.102671

Egan, Sarah J., and all. (2024). Worry and rumination as a transdiagnostic target in young people: a co-produced systematic review and meta-analysis. Doi: org/10.1080/16506073.2024.2369936

Siqing, Guan., and all. (2025). The chain mediation effect of rumination and worry between the intentionality and content dimensions of mind wandering and internalizing symptoms of depression and anxiety. Doi: org/10.1038/s41598-025-99249-5