by Endar Suhendar, M.Pd.

Memahami Level Autisme: Mengenal Tingkat Dukungan dalam Autism Spectrum Disorder (ASD)

Memahami Level Autisme: Mengenal Tingkat Dukungan dalam Autism Spectrum Disorder (ASD)

Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme merupakan kondisi gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta berperilaku. Disebut spektrum karena setiap individu dengan autisme memiliki karakteristik, kemampuan, dan tantangan yang berbeda-beda.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5 (DSM-5), autisme diklasifikasikan ke dalam tiga level, yang ditentukan berdasarkan seberapa besar dukungan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan sehari-hari, bukan berdasarkan tingkat kecerdasan atau nilai pribadi.

Mengenal Level-Level Autisme

Level 1 Autisme: Membutuhkan Dukungan

Level 1 merupakan tingkat autisme dengan kebutuhan dukungan paling ringan. Individu pada level ini umumnya memiliki kemampuan intelektual yang baik dan dapat menjalani kehidupan secara relatif mandiri. Namun, mereka sering mengalami kesulitan dalam komunikasi sosial, seperti memulai atau mempertahankan percakapan, memahami isyarat sosial, serta menyesuaikan diri dengan perubahan.

Selain itu, individu dengan Level 1 autisme cenderung memiliki pola pikir yang kaku, minat yang sangat spesifik, dan kesulitan dalam fleksibilitas perilaku. Tanpa dukungan yang tepat, kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, atau perasaan terisolasi. Dukungan yang diberikan biasanya berupa pelatihan keterampilan sosial, terapi perilaku, atau pendampingan psikologis.

Level 2 Autisme: Membutuhkan Dukungan Substansial

Individu dengan autisme Level 2 membutuhkan dukungan yang lebih besar dan konsisten dibandingkan Level 1. Kesulitan dalam komunikasi sosial tampak lebih jelas, baik secara verbal maupun nonverbal. Respons sosial sering kali terbatas, dan perilaku berulang atau resistensi terhadap perubahan lebih sering muncul.

Pada level ini, individu biasanya memerlukan intervensi profesional yang terstruktur, seperti terapi wicara, terapi perilaku, atau dukungan pendidikan khusus. Tanpa dukungan tersebut, mereka akan mengalami kesulitan signifikan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Level 3 Autisme: Membutuhkan Dukungan Sangat Substansial

Level 3 merupakan tingkat autisme dengan kebutuhan dukungan paling tinggi. Individu pada level ini mengalami keterbatasan yang berat dalam komunikasi dan interaksi sosial. Beberapa di antaranya memiliki kemampuan bicara yang sangat terbatas atau tidak menggunakan bahasa verbal sama sekali.

Perilaku repetitif, sensitivitas sensorik yang ekstrim, serta kesulitan besar dalam perubahan rutinitas merupakan ciri umum pada level ini. Individu dengan Level 3 autisme biasanya membutuhkan pendampingan intensif dan berkelanjutan dalam hampir semua aspek kehidupan sehari-hari, termasuk perawatan diri, komunikasi, dan aktivitas dasar.

Mengapa Penentuan Level Autisme Penting?

Penentuan level autisme bukan bertujuan untuk memberi label, melainkan untuk membantu tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga memahami jenis serta intensitas dukungan yang dibutuhkan oleh individu dengan ASD. Level ini juga dapat berubah seiring waktu, tergantung perkembangan individu dan efektivitas intervensi yang diberikan.

Penting untuk dipahami bahwa setiap individu dengan autisme memiliki keunikan, kekuatan, dan potensi masing-masing, terlepas dari levelnya. Dukungan yang tepat dapat membantu mereka mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan berfungsi secara optimal sesuai dengan kemampuannya.

Diagnosis

Menegakkan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) tidak mudah karena tidak ada tes tunggal yang dapat memastikan autisme atau menentukan levelnya. Diagnosis dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh tim multidisiplin, seperti dokter anak, dokter layanan primer, psikolog, psikiater, neurolog, dan spesialis ASD lainnya.

Penilaian ASD dilakukan secara bertahap dan komprehensif, yang umumnya meliputi:

  • Autism Diagnostic Observation Schedule, Second Edition (ADOS-2): Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan gejala yang terlihat bukan karena masalah kesehatan lain dan untuk melihat apakah ada kondisi tambahan yang dialami bersama ASD.
  • Autism Diagnostic Interview-Revised (ADI-R): Wawancara dengan orang tua/pengasuh tentang perkembangan, komunikasi, dan perilaku berulang.

Adapun test yang lain untuk ASD, yaitu:

  • Autism Diagnostic Observation Schedule—Generic (ADOS-G): ADOS-G adalah wawancara terstruktur yang disertai dengan aktivitas-aktivitas tertentu, dan dilakukan oleh tenaga profesional terlatih untuk mengamati perilaku individu.
  • Childhood Autism Rating Scale (CARS): CARS merupakan alat penilaian yang mengamati perilaku anak untuk menilai bagaimana anak berhubungan dengan orang lain, penggunaan gerak tubuh, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, respons terhadap suara, serta komunikasi verbal.
  • Modified Checklist for Autism in Toddlers, Revised With Follow-Up (M-CHAT-R/F): M-CHAT-R/F adalah daftar pertanyaan singkat dengan jawaban ya/tidak yang digunakan untuk deteksi dini autisme pada anak usia 16 hingga 30 bulan.
  • Social Communication Questionnaire (SCQ): SCQ adalah kuesioner yang digunakan untuk menilai hambatan komunikasi dan perilaku sosial pada anak.

Diagnosis formal memberi manfaat berupa akses ke layanan dan dukungan yang tepat. Namun, sebagian orang memilih identifikasi diri sebagai autistik tanpa diagnosis resmi. Meski bukan diagnosis medis, hal ini umumnya diterima di komunitas autistik dan bermakna secara personal.

Tersedia pula tes skrining mandiri gratis untuk membantu mengenali ciri autistik (bukan pengganti diagnosis), antara lain:

  • Modified Checklist for Autism in Toddlers, Revised (M-CHAT-R): untuk anak usia 16 - 30 bulan.
  • Social Attention and Communication Surveillance, Revised (SACS-R) and SACS-Preschool (SACS-PR) Tools: untuk anak usia 12 - 60 bulan.
  • Social Challenges Screening Questionnaire (SCSQ): untuk usia anak sekolah.
  • Autism Spectrum Quotient (AQ) Test: untuk usia anak 16 tahun ke atas.

Dukungan dan Perawatan

Jenis dukungan dan perawatan yang dibutuhkan oleh seseorang dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dapat berbeda-beda, tergantung pada level ASD dan karakteristik yang dimiliki. Beberapa bentuk dukungan dan perawatan yang umum diberikan antara lain:

  • Pendekatan perilaku
    Pendekatan ini membantu individu dengan autisme mengubah perilaku dengan memahami apa yang terjadi sebelum dan sesudah suatu perilaku muncul. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Applied behavior analysis (ABA), yang bertujuan meningkatkan berbagai keterampilan dengan memperkuat perilaku yang diharapkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Perlu diketahui, pendekatan ini masih menjadi perdebatan di kalangan komunitas autistik.
  • Pendekatan perkembangan
    Pendekatan ini berfokus pada pengembangan kemampuan tertentu, seperti bahasa dan keterampilan motorik, atau berbagai kemampuan perkembangan yang saling berkaitan. Contohnya adalah terapi integrasi sensorik dan terapi fisik.
  • Pendekatan pendidikan
    Pendekatan ini diterapkan di lingkungan sekolah dan bertujuan membantu individu dengan autisme berhasil dalam proses belajar. Dukungan diberikan melalui layanan pendidikan khusus dan penyesuaian pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan bahasa, keterampilan sosial, dan kebutuhan lainnya.
  • Pendekatan sosial-relasional
    Pendekatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial dan membangun hubungan emosional. Individu dibantu memahami situasi sosial dan berlatih berinteraksi dalam lingkungan yang terstruktur dan mendukung.
  • Pendekatan psikologis
    Pendekatan ini membantu individu dengan ASD menghadapi masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang cukup sering dialami oleh individu dengan autisme.
  • Pendekatan farmakologis (obat-obatan)
    Dalam beberapa kasus, obat dapat digunakan untuk menangani kondisi lain yang menyertai autisme, baik kondisi psikologis maupun medis, sesuai dengan kebutuhan individu.
  • Penyesuaian lingkungan
    Penyesuaian di sekolah atau tempat kerja dapat membantu individu dengan ASD menghadapi tantangan di luar rumah, sehingga mereka dapat berfungsi dengan lebih nyaman dan optimal.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Tenaga Kesehatan

Tanda-tanda autisme dapat muncul pada usia yang berbeda-beda. Beberapa anak sudah menunjukkan ciri autisme sejak tahun pertama, sementara yang lain baru terlihat pada usia 2–3 tahun. Ada juga anak yang baru menunjukkan tanda ASD saat mulai bersekolah, ketika perbedaannya lebih jelas terlihat di lingkungan kelas.

Sebagian anak atau orang dewasa berada dalam spektrum autisme tanpa tanda yang jelas, sehingga diagnosis bisa baru ditegakkan saat remaja atau dewasa. Jika tanda-tanda autisme muncul di kemudian hari, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan atau tes autisme pada orang dewasa.

Tanda-Tanda ASD yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika Anda atau anak menunjukkan beberapa ciri berikut:

Tanda pada usia dini:

  • 9 bulan: Tidak merespons saat dipanggil namanya dan jarang menunjukkan ekspresi wajah.
  • 12 bulan: Tidak bermain permainan interaktif sederhana.
  • 15 bulan: Tidak berbagi minat, seperti menunjukkan benda yang disukai.
  • 18 bulan: Tidak menunjuk untuk menunjukkan sesuatu yang menarik.
  • 2 tahun: Tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  • 3 tahun: Tidak tertarik bermain dengan anak lain.
  • 4 tahun: Tidak bermain peran (misalnya pura-pura jadi guru atau pahlawan).
  • 5 tahun: Tidak bernyanyi, menari, atau menampilkan sesuatu untuk orang lain.

Tanda lain pada anak hingga dewasa:

  • Keterlambatan perkembangan bahasa, gerak, atau kemampuan belajar.
  • Perilaku hiperaktif, sulit fokus, atau impulsif.
  • Kejang atau epilepsi.
  • Pola tidur dan makan yang tidak biasa.
  • Gangguan pencernaan, seperti sembelit.
  • Reaksi emosi yang tidak biasa.
  • Kecemasan, stres, atau kekhawatiran berlebihan.
  • Rasa takut yang terlalu sedikit atau justru berlebihan.

Referensi

Autism Speaks. ASD levels of severity. (2025)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Treatment and intervention for autism spectrum disorder. (2024)

Operation Autism. The diagnostic process. (2025)

Giorgi, A. What Are the 3 Levels of Autism Spectrum Disorder. (2025)