Apakah Vaksin Menyebabkan Autisme? Ini Penjelasan Sederhananya
Apakah Vaksin Menyebabkan Autisme? Ini Penjelasan Sederhananya
Banyak orang masih bertanya-tanya apakah vaksin bisa menyebabkan autisme. Jawabannya adalah tidak. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin menyebabkan autisme.
Anggapan bahwa vaksin berhubungan dengan autisme bermula dari sebuah penelitian lama yang ternyata salah dan tidak dapat dipercaya. Penelitian tersebut sudah ditarik, dan peneliti utamanya terbukti melakukan pelanggaran etika. Sejak itu, banyak penelitian besar dilakukan, dan hasilnya konsisten: vaksin tidak menyebabkan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Tidak Ada Hubungan Antara Vaksin dan Autisme
Debat tentang vaksin dan autisme dimulai dari sebuah studi oleh Andrew Wakefield yang kemudian ditarik dan dicabut lisensi medisnya karena tindakan tidak jujur. Penelitian modern yang lebih luas menunjukkan bahwa vaksin tidak menjadi penyebab ASD.
Kajian ilmiah terbaru (2022) yang meninjau 19 studi yang ditinjau sejawat juga menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme. Sebaliknya, ASD umumnya terkait dengan gabungan faktor genetik dan lingkungan, bukan pemberian vaksin.
Anak yang Tidak Divaksin Tetap Bisa Autistik
Beberapa penelitian membandingkan anak yang divaksin dengan yang tidak divaksin. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah anak dengan autisme sama di kedua kelompok tersebut. Artinya, tidak memberikan vaksin tidak mencegah autisme.
Bahkan, ada anak yang sama sekali belum pernah divaksin tetapi tetap mengalami autisme. Ini semakin memperkuat bahwa penyebab autisme bukan vaksin.
Apa Saja Faktor yang Diduga Menyebabkan Autisme?
Ilmuwan sekarang memahami bahwa vaksin tidak menyebabkan autisme, tetapi menentukan penyebab pasti ASD sangat kompleks. ASD biasanya terjadi karena kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan.
Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan autisme meliputi:
- Gen tertentu yang berbeda atau mengalami variasi.
- Faktor lingkungan seperti paparan zat tertentu sebelum lahir.
- Berat lahir rendah atau lahir prematur.
- Usia orang tua saat melahirkan.
Referensi
Mohammed SA, Rajashekar S, Giri Ravindran S, et al. (2022). Does vaccination increase the risk of autism spectrum disorder? Cureus. 14(8):e27921. doi:10.7759/cureus.27921
Offit, P, Handy, L. (2025). Children's Hospital of Philadelphia. Vaccines and autism.
Zerbo O, Modaressi S, Goddard K, et al. Vaccination patterns in children after autism spectrum disorder diagnosis and in their younger siblings. JAMA Pediatr. 2018;172(5):469-475. doi:10.1001/jamapediatrics.2018.0082
Iannellie, V. (2025). Do Vaccines Cause Autism?