Autisme pada Orang Dewasa : Tantangan, Kebutuhan, dan Potensi.
Autisme pada Orang Dewasa : Tantangan, Kebutuhan, dan Potensi.
Autisme merupakan kondisi perkembangan seumur hidup yang tidak hilang saat seseorang beranjak dewasa. Meskipun ciri-cirinya muncul sejak masa kanak-kanak, tantangan justru sering semakin kompleks di usia dewasa, terutama dalam hubungan sosial, pekerjaan, kemandirian hidup, transportasi, dan perumahan. Banyak orang dewasa autis belajar menyamarkan ciri autismenya demi menyesuaikan diri, namun hal ini dapat berdampak pada kelelahan emosional dan kesehatan mental. Di sisi lain, orang dewasa autis juga memiliki banyak kekuatan, seperti kejujuran, ketekunan, dan fokus tinggi, yang membuat mereka berpotensi sukses jika mendapatkan dukungan dan akomodasi yang tepat. Sayangnya, layanan dan pendanaan untuk orang dewasa autis masih terbatas dan sangat bervariasi, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan sistem dukungan yang lebih inklusif.
Autisme Tidak Berhenti di Masa Kanak-Kanak
Pembahasan mengenai autisme sering kali berfokus pada anak-anak, sehingga keberadaan remaja dan orang dewasa autis kerap terabaikan. Padahal, autisme adalah kondisi permanen yang terus mempengaruhi individu sepanjang hidupnya. Anak autis akan tumbuh menjadi orang dewasa autis yang harus menghadapi dunia yang semakin kompleks, penuh tuntutan sosial, dan perubahan yang tidak terduga.
Meskipun banyak individu autis mengembangkan keterampilan untuk beradaptasi, hal tersebut tidak berarti tantangan mereka menghilang. Justru, tuntutan kemandirian di usia dewasa sering kali memunculkan kesulitan baru.
Transisi Menuju Kedewasaan dan Fenomena Penyamaran
Sebagian orang dewasa autis mampu “menyembunyikan” ciri-ciri autismenya melalui proses yang disebut penyamaran (masking). Mereka mempelajari aturan sosial agar terlihat neurotipikal dalam situasi tertentu. Walaupun membantu dalam interaksi sosial atau pekerjaan, penyamaran sering berdampak negatif, seperti kelelahan emosional, kecemasan, serta rasa malu yang terinternalisasi.
Meningkatnya kesadaran dan perubahan kriteria diagnosis membuat semakin banyak orang dewasa baru teridentifikasi sebagai autis. Diperkirakan jutaan orang dewasa hidup dengan ASD tanpa diagnosis sejak kecil.
Tantangan Kehidupan Sehari-hari
Orang dewasa dihadapkan pada berbagai tuntutan, mulai dari mengatur waktu dan keuangan, bekerja, mengelola rumah tangga, hingga membangun hubungan sosial. Bagi banyak orang dewasa autis, tuntutan ini diperberat oleh sensitivitas sensorik, kesulitan komunikasi, serta gangguan fungsi eksekutif seperti perencanaan dan pengorganisasian.
Lingkungan yang penuh suara, cahaya, perubahan mendadak, dan interaksi sosial intens dapat membuat kehidupan mandiri terasa sangat melelahkan. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan hidup yang kontekstual seperti belajar memasak di dapur sendiri atau menggunakan kalender visual menjadi sangat penting.
Pekerjaan, Transportasi, dan Perumahan
Kesulitan dalam transportasi dan akses tempat tinggal menjadi hambatan besar bagi kemandirian orang dewasa autis. Tidak semua mampu mengemudi atau memahami sistem transportasi umum. Di sisi perumahan, keterbatasan pendanaan, akses rumah kelompok yang minim, serta kondisi kesehatan mental penyerta membuat banyak orang dewasa autis tetap tinggal bersama orang tua atau wali.
Di dunia kerja, tingkat partisipasi penyandang disabilitas, termasuk autisme, masih rendah. Padahal, dengan dukungan rehabilitasi kejuruan dan akomodasi yang sesuai, banyak orang dewasa autis dapat bekerja secara produktif.
Kekuatan dan Potensi Orang Dewasa Autis
Di balik berbagai tantangan, orang dewasa autis memiliki kekuatan yang signifikan. Mereka umumnya jujur, dapat diandalkan, fokus, dan memiliki minat mendalam pada bidang tertentu. Sejumlah perusahaan besar bahkan mulai aktif merekrut individu autis karena nilai positif yang mereka bawa ke lingkungan kerja.
Akomodasi sederhana seperti instruksi tertulis, lingkungan kerja minim distraksi, dan perencanaan transportasi dapat meningkatkan kinerja tanpa menurunkan standar kerja.
Dukungan dan Harapan ke Depan
Ketika memasuki usia dewasa, banyak penyandang autisme kehilangan akses layanan pendidikan dan harus menghadapi sistem dukungan dewasa yang terbatas. Variasi kebijakan dan pendanaan membuat akses layanan tidak merata. Meski demikian, berbagai organisasi dan tokoh autis sukses menjadi bukti bahwa kehidupan dewasa yang bermakna dan mandiri bukanlah hal mustahil.
Tokoh-tokoh seperti Temple Grandin dan Stephen Shore menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, orang dewasa autis dapat berkontribusi besar bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Referensi
Rudy, Lisa J. (2025). Autism in Adults.
Murphy CM, Wilson CE, Robertson DM, et al. Autism spectrum disorder in adults: diagnosis, management, and health services development. Neuropsychiatr Dis Treat. 2016;12:1669-86. doi:10.2147/NDT.S65455
Huang Y, Arnold SR, Foley KR, Trollor JN. Diagnosis of autism in adulthood: A scoping review. Autism. 2020;24(6):1311-1327. doi:10.1177/1362361320903128